• Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
Home Kota Serang

Ciptakan Alat Pengolahan Air Hujan Siap Minum, Warga Cilegon Raih Juara I Inovasi TTG Nasional

Rajudin by Rajudin
Senin, 9 September 2024 15:28
in Kota Serang, Utama
0
Ciptakan Alat Pengolahan Air Hujan Siap Minum, Warga Cilegon Raih Juara I Inovasi TTG Nasional

Walikota Cilegon Helldy Agustian berbincang dengan Niko Abdian usai menerima penghargaan Juara Pertama Nasional Inovasi TTG Nusantara XXV di Lombok, Nusa Tenggara Barat pada Senin 15 Juli 2024.

0
SHARES
45
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare On Whatsapp

CILEGON,RADARBANTEN.CO.ID-Niko Abdian, warga Kelurahan Sukmajaya, Kecamatan Jombang, Kota Cilegon berhasil menjadi Juara Pertama Nasional Inovasi Teknologi Tepat Guna (TTG) Nusantara XXV di Lombok, Nusa Tenggara Barat pada Senin 15 Juli 2024.

Niko berhasil menciptakan alat pengolahan air hujan menjadi air bersih dan air minum sistem ultrafiltrasi portable.

Dikatakan Niko, dia menciptakan alat tersebut karena keresahan krisis air yang terjadi puluhan tahun di daerah pegunungan Pulomerak dan Grogol.

“Saya menciptakan alat ini karena mau mengatasi krisis air di Pulomerak dan Grogol,” ucap Niko Senin 15 Juli 2024.

Dimana, setiap musim kemarau krisis air selalu melanda di wilayah tersebut.

“Jika sudah ada alat ini, maka warga cukup menampung air hujan dan akan diolah menjadi air bersih, bahkan siap minum,” jelasnya.

Menurut Niko, butuh waktu satu tahun menyempurnakan alat dengan total yang sudah dihabiskan yakni Rp13 juta.

Dimana, awalnya saat lomba TTG tingkat kota hanya mengelola air bersih saja dan sekarang meningkat bisa untuk air minum.

“Yang mahal itu adalah uji cobanya hampir tujuh kali. Kalau alat hanya Rp7 juta sampai Rp8 juta. Tapi kalau sudah sempurna seperti sekarang hanya dua kali uji coba awal dan akhir cukup dan lebih murah. Total semuanya adalah Rp12,9 juta atau total Rp13 juta,” tuturnya.

Diterangkan Niko, pengoperasian alat sendiri hanya tinggal menekan tombol saja tidak butuh listrik karena sudah ada solar panel cahaya.

Di sisi lain, ada beberapa langkah kerja alat pertama menyedot dan memfilter air untuk dibersihkan kotoran debu, lumut dan lainnya.

Selanjutnya, disalurkan ke melanis ziolit partikel terlarut misalnya zat besi, zat kapur dan lainnya lalu masuk ke ultrafiltrasi untuk menyaring bakteri dan virus hingga menjadi air bersih.

“Kalau untuk menjadi air minum ada satu langkah lagi yakni masuk ke karbon aktif, kemudian ada spoon lima micron dan masuk ke UV dan langsung bisa diminum,” terangnya.

Dalam hal ini, Niko berharap, alat tersebut bisa diperbanyak untuk bisa mengatasi kekeringan dan krisis air di pegunungan Pulomerak dan Grogol.

“Saya juga pernah menangalisa secara sederhana tentang hydrologi. Dimana, air minun di sana sangat mencukupi. Jika sebelumnya dari bawah dipompa sampai ke atas, dengan ini cukup disiapkan penampungan air tertutup seperti toren atau terbuka seperti kolam retensi atau sungai atau air kolam terbuka dipasangkan langsung,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah dan Penelitian Pengambangan (Bappedalitbang) Kota Cilegon, Wilastri Rahayu memaparkan, alat tersebut dalam jangka pendek akan diuji coba di beberapa rumah yang ada di pegunungan. Hal itu agar bisa mengatasi krisis air yang selalu terjadi.

“Jangka pendek itu akan diuji coba menyelesaikan masalah kekeringan. Kedepan, memang jangka panjang bisa dibuat dan dipasarkan lebih luas,” paparnya.

Senada dikatakan Walikota Cilegon Helldy Agustian. Ia akan berkolaborasi dengan pihak industri dan pemangku kepentingan, sehingga bisa membuat alat secara massal.

“Kita mampu karena memang banyak inovasi yang bisa dibuat. Kami akan kolaborasi dengan pihak lainnya semoga ini bisa diperbanyak dan dipasarkan,” katanya. (*)

Reporter: Raju
Editor: Agung S Pambudi

Tags: bappedalitbang cilegonHelldy AgustianinovasiInovasi teknologi tepat gunaKecamatan JombangKota CilegonPemkot CilegonTTGwalikota cilegonWarga Sukmajaya
Plugin Install : Subscribe Push Notification need OneSignal plugin to be installed.
Previous Post

Setelah Nasdem dan PSI, Pasangan Dewi-Iing Terima Rekom dari PKS

Next Post

Keren, Ratusan Mahasiswa dapat Beasiswa dari BI Banten

Next Post

Keren, Ratusan Mahasiswa dapat Beasiswa dari BI Banten

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Ikuti Kami

Facebook Instagram X-twitter Youtube
Gates of Olympus

Kanal

News

Redaksi

Peluang Usaha

Viral

Inspirasi

Love Story

Olahraga

News Video

Serba Serbi

E-Paper

Tekno

Pedoman Pemberitaan

Indeks

Tutorial

Pilihan Editor

Kejar Penetapan Tersangka, Pemeriksaan Saksi Kasus Dugaan Korupsi PKBM Gunungsari Dikebut

by Fahmi
Minggu, 16 Agustus 2026 21:23
0

SERANG, RADARBANTEN.CO.ID - Penyidik Tipikor Satreskrim Polresta Serang Kota mempercepat pemeriksaan saksi kasus dugaan korupsi di Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat...

Ribuan Pemuda Arak Merah Putih 81 Meter di Kota Tangerang

by Syaiful Adha
Minggu, 16 Agustus 2026 21:20
0

KOTA TANGERANG, RADARBANTEN.CO.ID-Ribuan pemuda dari berbagai wilayah di Provinsi Banten mengarak Bendera Merah Putih sepanjang 81 meter di Kota Tangerang,...

No Result
View All Result
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV

© 2026 RadarBanten.