Waktu kemarin, Doni menerangkan Bupati Pandeglang Irna Narulita telah memerintahkan kepada OPD terkait untuk mengantisipasinya.
“Yang namanya kebencanaan kan kita tidak tahu. Apalagi yang sekarang rame-rame disebutkan oleh BMKG, tentang Megathurst kan kejadiannya tidak ada yang tahu, kapan akan terjadi, kan itu ada potensi, namanya potensi kapan terjadi kita tidak tahu, itu yang disampaikan,” katanya.
Tapi, Doni melanjutkan, Bupati sudah mengantisipasi itu menyiapkan semua elemen dibutuhkan pada saat terjadi bencana sudah siap. Termasuk memberikan pendidikan mitigasi bencana kepada masyarakat.
“Ibu bupati sudah memerintahkan ke BPBD untuk terjun kelapangan menyosialisasikan. Kita memang hidup di wilayah rawan bencana posisinya , nah kita harus mempersiapkan diri terhadap bencana itu sendiri,” katanya.
Pada saat terjadi bencana harus sudah mengetahui harus lari kemana posisinya. “Itu harus kita siapkan semuanya. Jadi insya Allah kesiapan kita pemerintah daerah dalam hal menangani penanganan bencana kita sudah siap,” katanya.
Sedangkan kalau jumlah anggarannya bencana tergantung kebutuhannya. Nanti apa yang dibutuhkan pada saat terjadi bencana apakah butuh sembako kah, apakah jalur evakuasi, jalur apa, tergantung temen dari sana kebutuhannya seperti apa.
“Pengen lihat stok berasnya ada enggak, kalau enggak ada kita dorong dulu kebutuhannya seperti itu. Ini yang harus kita antisipasi mungkin rumah yang roboh, rumah yang hilang, kita siapkan seperti itu, apalagi seperti terjadi bencana kemarin itu kita siapkan rumah huntap bangunkan tempat lebih aman,” katanya.
Editor: Abdul Rozak












