LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID – Teater Guriang Indonesia dengan menggelar pertunjukan teater Regent, sebuah produksi teater yang menggali pergulatan batin dan sejarah Adipati Kartanata Negara Bupati Lebak ke-2. Pertunjukan ini digelar di Gedung Juang, Rangkasbitung, pada Jumat malam, 29 November 2024.
Pertunjukan ini, terinspirasi oleh tokoh Adipati Kartanata Negara, adipati ke-2 yang memimpin Lebak. Selain itu dikenal seorang adipati lewat novel Max Havelaar karya Multatuli.
Dede Abdul Majid Sutradara Teater Regent mengungkapkan, pertunjukan Regent membawa penonton pada perjalanan narasi yang mendalam, mengajak masyarakat untuk membaca ulang kolonialisme dan politik kekuasaan dari perspektif baru.
“Tokoh yang selama ini dianggap sebagai “musuh besar” dihidupkan kembali dalam panggung, memperlihatkan sisi-sisi batin dan sejarah yang jarang diungkap,” terang Majid kepada RADARBANTEN.CO.ID saat dihubungi melalui telepon.
“Pertunjukan ini tidak hanya menggambarkan kisah panjang kolonialisme di Kabupaten Lebak, tetapi juga mengajukan pertanyaan yang lebih luas, Siapa pahlawan? Siapa musuh? Dan apa arti kolonialisme bagi kita hari ini,” lanjutnya.
Menurutnya, dengan pendekatan puitis, Regent mengajak penonton merenungkan makna kebenaran, kematian, dan kenangan yang terus bergema melintasi waktu.
“Pertunjukan ini adalah salam selamat malam bagi mereka yang masih setia berdiri di sisi kebenaran. Kami ingin menghadirkan pengalaman teater yang tidak hanya menghibur, tetapi juga menggerakkan hati dan pikiran,” ujarnya.
Pertunjukan Regent adalah momentum bagi masyarakat Kabupaten Lebak dan sekitarnya untuk kembali menelusuri jejak sejarah lokal yang seringkali terabaikan, serta menjadikannya refleksi bagi kehidupan hari ini. “Juga kado di hari ulang tahun kab. Lebak” tambah Majid.
Editor: Abdul Rozak

