SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Pengamat politik dan kebijakan publik menilai metode kampanye yang dilakukan oleh pasangan calon bupati dan wakil bupati nomor urut dua Ratu Rachmatu Zakiyah dan Najib Hamas sangat efektif.
Diketahui, berdasarkan hasil real count yang dilakukan oleh tim internal, pasangan Zakiyah-Najib mengantongi suara sebesar 70,01 persen mengungguli jauh rivalnya yakni Andika Hazrumy dan Nanang Supriatna yang mendapatkan perolehan suara sebanyak 29,99 persen.
Pengamat politik dan kebijakan publik, Ahmad Sururi menilai, metode kampanye yang dilakukan oleh Zakiyah-Najib dengan door to door turun ke lapangan merupakan langkah yang sangat efektif dalam mendongkrak perolehan suaranya. Tak hanya itu, pelaksanaan even dengan mengundang artis ibukota juga turut mendongkrak popularitasnya.
“Politik endorsement artis, menjadi daya pikat masyarakat memilih Zakiyah-Najib,” katanya, Sabtu 30 November 2024.
Ia menilai ada beberapa faktor lainnya yang turut mendongkrak perolehan suara Zakiyah-Najib di Pilbup Serang 2024 yakni soliditas Zakiyah-Najib dalam memperjuangkan kemenangan untuk pasangan Zakiyah-Najib.
“Pertama memang memiliki mesin partai yang solid. Itu yang menyebabkan, kenapa akhirnya sebaran keluarnya sangat bagus, capaiannya sangat tinggi. Sebaliknya di kubu Andika saya melihat ada ketidaksolidan parpol sehingga menyebabkan gerakannya tidak masif ke masyarakat. Lalu gerakan yang dilakukan menitik beratkan pada ketokohan andika,” ujarnya.
Selain itu, lanjut Sururi, faktor lain yang tak kalah penting ialah politik endorsmen yang tidak hanya dilakukan oleh artis, tetapi juga dilakukan oleh banyak tokoh-tokoh dari Kabupaten Serang. “Kita lihat ada banyak sekali tokoh-tokoh, baik tokoh agama maupun tokoh lainnya yang mengendorse Zakiyah-Najib. Tentu ini yang membuat pasangan tersebut dikenal oleh masyarakat di Kabupaten Serang,” ujarnya.
Zakiyah-Najib juga dinilai memiliki cara pendekatan yang sangat baik kepada masyarakat. Strategi yang digunakan ialah dengan menggunakan isu-isu populis di masyarakat dengan disampaikan dengan gaya yang sederhana. “Lalu pada pelaksanaan debat terakhir, Zakiyah-Najib jua memiliki program-program yang sangat bagus,” terangnya.
Selain itu, gerakan yang justru cenderung menurun saat menjelang waktu pencoblosan dari kubu Andika, turut jadi faktor penentu kemenangan.
“Saya melihat ada kecenderungan Andika juga terlalu percaya diri terhadap kontestasi pilkada saat menjelang akhir-akhir. Sementara di kubu Zakiyah dari awal sampai akhir konsisten, gerakannya kepada masyarakat itu terus dilakukan,” pungkasnya.
Editor: Abdul Rozak











