PANDEGLANG,RADARBANTEN.CO.ID–Sebanyak 39 jembatan di Kabupaten Pandeglang mengalami kerusakan berat dan ringan akibat bencana alam, seperti banjir dan tanah longsor.
Kepala UPT Pemeliharaan Jembatan Dinas PUPR Pandeglang, Tb Andi Pringadi menyebutkan, berdasarkan laporan yang diterima, kerusakan tersebut telah diajukan ke Pemprov Banten dan Kementerian PUPR sesuai dengan kewenangan masing-masing.
“Dari data yang kami terima, ada 39 jembatan yang rusak akibat banjir. Sebagian sudah diajukan untuk perbaikan karena keterbatasan anggaran di Kabupaten Pandeglang,” ungkap Andi, Selasa 10 Desember 2024.
“Salah satu jembatan yang cukup besar adalah di ruas Jalan Marapat-Camara, yang kami usulkan ke provinsi untuk rehabilitasi konstruksi baru,” sambungnya.
Ia menjelaskan bahwa kerusakan juga terjadi pada jalan dan jembatan yang masuk dalam kewenangan provinsi maupun nasional. Salah satunya, jembatan di Curug Ciung, Kecamatan Cikeusik, yang sering terdampak banjir.
“Kami sudah mengajukan ke Pemprov Banten karena setiap hujan deras, material banjir menumpuk di wilayah Curug Ciung, sehingga lalu lintas terputus,” jelasnya.
Ia menambahkan, jembatan tersebut akan mulai direalisasikan perbaikannya pada 2025.
“Alhamdulillah, nanti tahun 2025 jembatan itu akan dilebarkan dan ditinggikan karena posisinya yang rendah sering menyebabkan hambatan,” tuturnya.
Ia menjelaskan bahwa dua laporan kerusakan lainnya berada di ruas jalan nasional, tepatnya di simpang Labuan–Cibaliung, Kampung Karet, Kecamatan Cigeulis. Di lokasi tersebut, genangan air terjadi di inlet jembatan.
“Permasalahan serupa juga terjadi di beberapa daerah lain, di mana terjadi penumpukan material di inlet jembatan sehingga perlu penanganan khusus,” katanya.
Ia melanjutkan, salah satu jembatan yang putus akibat curah hujan tinggi terdapat di Karang Bolong. Selain itu, beberapa wilayah lain menjadi langganan banjir, yang memperparah kerusakan sejumlah jembatan di Pandeglang.
Pihaknya menyebutkan bahwa untuk memperbaiki dua jembatan di ruas kewenangan Kabupaten Pandeglang, dibutuhkan anggaran sekitar Rp 2,5 miliar.
Ia berharap kondisi anggaran Kabupaten Pandeglang dapat segera pulih, sehingga perbaikan dapat dilakukan.
“Kami juga berharap pemerintah pusat lebih memperhatikan daerah dengan keterbatasan anggaran, terutama untuk mengganti jembatan yang konstruksinya sudah tidak layak,” ujarnya.
Menurutnya, banyak jembatan dengan usia konstruksi tua yang membutuhkan perbaikan segera agar dapat berfungsi kembali secara optimal.
Reporter: Moch Madani Prasetia
Editor: Agung S Pambudi

