TANGSEL,RADARBANTEN.CO.ID-Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Tangsel memastikan program D3, (Dilatih, Disertifikasi, Ditempatkan Kerja) yqng merupakan program unggulan Walikota Tangsel, Benyamin Davnie menghasilkan output yang jelas.
Hal itu ditegaskan Kepala Disnaker Tangsel, S. Maringan, Senin 6 Januari 2025. Dia menjelaskan, program D3 sendiri bukanlah program rutin tiap tahun. Program ini menurutnya dilaksanakan pada tahun 2022 lalu.
“Program D3 itu hanya di tahun 2022, secara anggaran ya. Dan mereka yang ikut D3 kita tempatkan di perusahaan dan ada yang buka usaha sendiri. Jumlahnya 300 orang. 100 persen dari yang kita latih bekerja dan buat usaha mandiri,” ujar Maringan.
Menurut Maringan, program D3 memang terhenti di tahun 2022 dikarenakan keterbatasan anggaran.
“Tidak ada lagi karena anggaran kita tidak support (mendukung-red), tapi bukan berarti hilang sama sekali, prakteknya masih ada pelatihan tapi tidak sebesar program tahun 2022,” ujar Maringan.
Sebelumnya diberitakan, DPRD Kota Tangsel mengkritik program D3 oleh Disnaker Tangsel, dianggap tidak menghasilkan output yang jelas.
Hal itu diutarakan anggota Komisi II DPRD Tangsel, Ahmad Andi Wibowo atau Gus Andi.
Menurut Gus Andi, program D3 dianggap tidak memberi manfaat bagi masyarakat yang menganggur, karena usai mengikuti program ini, Disnaker Tangsel tidak benar-benar menempatkan mereka di dunia kerja.
Bahkan menurut Gus Andi, masyarakat yang mengikuti program pelatihan itu juga tidak bisa berbuat apa-apa dalam membangun usahanya sendiri.
“Kalau nama programnya sih bagus. Tapi realisasinya gak bagus. Sekarang katanya di tempatkan. Ditempatkan dimana? Memangnya Disnaker Tangsel punya satu perusahaan yang kemudian dikerjasamakan? Lalu, ketika dilatih bengkel, apa setelah itu bisa bangun bengkel sendiri? Kan Tidak bisa,” ujar Gus Andi di acara Coffee Morning bersama Pokja Wartawan Tangsel, di Gedung DPRD Tangsel, Serpong, Jumat 27 Desember 2024 lalu.
Dikatakan Gus Andi, dirinya pernah menanyakan hal ini langsung kepada Kepala Dinnaker Tangsel, S. Maringan, sayangnya Maringan tidak bisa menjawab.
“Ketika saya tanya ke Kepala Disnaker mau ditempatkan dimana usai dilatih. Gak bisa jawab,” ujarnya.
Gus Andi menambahkan, dirinya bahkan terkejut mengetahui buruknya layanan Disnaker Tangsel kepada para pengangguran di Tangsel.
“Saya pernah nanya ke Kepala Disnaker Tangsel ada lowongan kerja gak? Kepala Dinasker hanya memberi list nama-nama perusahaan. Lalu kita disuruh ngelamar sendiri. Jaminannya apa? Sama saja dia memberi informasi loker di koran,” ujar Gus Andi.
Reporter: Syaiful Adha
Editor: Agung S Pambudi

