PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kelas II Banten mengungkapkan, potensi hujan lebat masih dapat terjadi di sejumlah wilayah Provinsi Banten, terutama di Kabupaten Pandeglang dan Lebak, akibat beberapa fenomena cuaca yang berlangsung.
Kepala BMKG Kelas II Banten, Apolinaris Samsudin Geru, menjelaskan bahwa wilayah Pandeglang dan Lebak masuk dalam kategori merah, yang artinya curah hujan diperkirakan sangat lebat.
“Distribusi hujan yang tercatat dari Jumat, 17 Januari 2025, pukul 08.00 WIB hingga Sabtu, 18 Januari 2025, pukul 07.00 WIB menunjukkan intensitas curah hujan di Kabupaten Pandeglang dan Lebak berada pada kategori merah, dengan angka curah hujan mencapai 100-150 mm per hari,” ujarnya pada Sabtu 18 Januari 2025.
BMKG juga menyampaikan, pada hari Sabtu, 18 Januari 2025, sedikitnya 25 kecamatan di Kabupaten Pandeglang mengalami hujan dengan intensitas ringan hingga sedang.
Ke-25 Kecamatan itu, di antaranya, Sumur, Cimanggu, Cibaliung, Cikeusik, Cigeulis, Panimbang, Angsana, Munjul, Pagelaran, Bojong, Picung, Labuan, Menes, Saketi, Cipeucang, Jiput, Mandalawangi, Cimanuk, Kaduhejo, Banjar, Pandeglang, Cadasari, Cisata, Patia, Karangtanjung, Cikedal, Cibitung, Carita, Sukaresmi, Mekarjaya, Sindangresmi, Pulosari, Koroncong, Majasari, dan Sobang.
BMKG memprediksi cuaca di Banten selama periode 17-28 Januari 2025 akan berawan.
Namun, hujan dengan intensitas sedang hingga sangat lebat diperkirakan akan melanda sejumlah wilayah, termasuk Pandeglang, Lebak, Serang, Tangerang, Kota Tangerang, Kota Cilegon, Kota Serang, dan Kota Tangerang Selatan.
BMKG mengingatkan, tingginya curah hujan dapat meningkatkan potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, dan pohon tumbang. Masyarakat diminta untuk terus memantau informasi cuaca terkini dari BMKG.
Menghadapi potensi cuaca ekstrem ini, BMKG mengimbau masyarakat untuk waspada terhadap kemungkinan hujan lebat disertai petir, serta berhati-hati terhadap jalanan licin yang dapat membahayakan keselamatan.
Editor: Agus Priwandono

