PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Akses jalan di 11 kecamatan di Kabupaten Pandeglang terputus akibat luapan banjir yang melanda wilayah tersebut. Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBDPK) Pandeglang menerjunkan perahu karet untuk melakukan penanganan membantu warga yang terdampak.
Luapan banjir yang melanda 11 kecamatan di Kabupaten Pandeglang ini memiliki ketinggian bervariasi antara 30 hingga 40 sentimeter.
Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Kabupaten Pandeglang, Riza Ahmad Kurniawan, mengatakan pihaknya telah menerjunkan 5 perahu karet kecil untuk menangani banjir. Selain itu, BPBD Provinsi Banten juga menurunkan 1 perahu tambahan.
“Di kami, ada 5 perahu karet kecil yang diturunkan, ditambah 1 perahu dari BPBD Provinsi Banten. Kami terus berupaya semaksimal mungkin untuk menangani situasi ini,” ungkap Riza kepada Radarbanten.co.id, Sabtu 18 Januari 2025.
Riza menjelaskan, banjir ini dipicu oleh curah hujan yang tinggi dalam dua hari terakhir, yang menyebabkan debit air sungai meningkat dan meluap ke pemukiman warga.
Akibat banjir yang melanda, beberapa warga di Kabupaten Pandeglang terpaksa mengungsi ke rumah sanak saudara dan mushola terdekat, sementara sebagian lainnya memilih bertahan di rumah masing-masing.
BPBDPK Pandeglang telah menyalurkan bantuan logistik ke lokasi terdampak, termasuk makanan ringan, obat-obatan, dan selimut.
“Kami menyalurkan bantuan logistik dengan melibatkan Dinas Sosial (Dinsos) serta BPBD Provinsi Banten,” katanya.
Riza juga mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada, mengingat saat ini wilayah tersebut memasuki masa potensi cuaca ekstrem.
“Bencana hidrometeorologi seperti angin kencang dan curah hujan tinggi masih mungkin terjadi. Kami dari BPBD selalu siap siaga,” tandasnya.
Editor: Agus Priwandono











