TANGSEL, RADARBANTEN.CO.ID – Kota Tangsel masih menjadi incaran investor untuk menanamkan modalnya.
Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Tangsel mengumumkan, uang investor yang masuk ke Tangsel pada tahun 2024 mencapai Rp 8,48 triliun.
Kepala DPMPTSP Kota Tangsel, Maulana Prayoga mengatakan, hal ini menjadi capaian karena target investasi yang ditetapkan berdasarkan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) tahun 2025 adalah Rp 7,4 triliun, sehingga naik 14 persen.
“Artinya realisasi investasi di kota kita selalu melampaui target yang ditetapkan RKPD. Ini menunjukan bahwa kebijakan-kebijakan soal perijinan dan kebijakan lainnya itu cukup bisa menarik kegiatan ekonomi di Tangsel,” ujar Yoga di kantornya, Jumat, 14 Februari 2025.
Menurut Yoga, ada lima sektor terbesar investasi di Tangsel, di antaranya, jasa lainnya mencapai Rp 2,52 triliun, transportasi gudang dan telekomunikasi Rp 2,04 triliun, perumahan, kawasan Industri dan perkantoran Rp 1,46 triliun, perdagangan dan reparasi Rp 1,06 triliun, serta hotel dan restoran Rp 516,4 miliar.
Yoga menambahkan, dari lima sektor yang diminati investor dalam berinvestasi, Rp 816 miliiar uang disumbang oleh investor asing dan Rp 7,66 triliun didominasi investor dalam negeri.
“Artinya, dominasi kegiatan ekonomi di Tangsel, disupport oleh para pelaku usaha dalam negeri,” ujar Yoga.
Menurut Yoga, penanam modal lokal di Tangsel juga turut membantu Kota Tangsel me-recovery ekonominya pada saat Covid-19 dan masa resesi yang terjadi pada tahun sebelumnya.
“Kalau di Tangsel kita melihat bahwa sumber ekonomi kita ditopang oleh investor lokal. Dulu kita terkena covid dan resesi, itu investor lokal kita yang memberi stabilisasi ekonomi kita,” tandasnya.
Editor: Agus Priwandono











