• Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
Home Berita Utama

Ruslan Asal Lebak, Terpaksa Tinggal di Gubuk Lio Demi Bertahan Hidup di Tengah Keterbatasan Ekonomi

Nurandi by Nurandi
Selasa, 18 Februari 2025 12:48
in Berita Utama, Lebak
0
Ruslan Asal Lebak, Terpaksa Tinggal di Gubuk Lio Demi Bertahan Hidup di Tengah Keterbatasan Ekonomi

Ruslan (54), seorang warga Kampung Sadang, Desa Sukadaya, Kecamatan Cikulur, tinggal di rumah lio.

0
SHARES
71
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare On Whatsapp

LEBAK,RADARBANTEN.CO.ID-Memiliki tempat tinggal yang layak adalah harapan setiap orang, namun kenyataannya masih banyak yang belum bisa mewujudkannya. Salah satunya adalah Ruslan (54), seorang warga Kampung Sadang, Desa Sukadaya, Kecamatan Cikulur, Kabupaten Lebak, Banten.

Akibat keterbatasan ekonomi, Ruslan terpaksa tinggal di gubuk bekas tempat pembuatan batu bata yang disebut Lio, bersama anaknya dan kambing peliharaan. Gubuk yang sudah sangat reyot ini terletak di tepi hutan dan kondisinya sangat memprihatinkan.

Ruslan, yang berasal dari Kampung Pasir Cau, Desa Tambak Baya, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Lebak, mengungkapkan bahwa ia tinggal di tempat tersebut setelah istrinya meninggal beberapa tahun lalu.

Tanpa pekerjaan tetap dan penghasilan yang jelas, Ruslan harus mengandalkan pembuatan batu bata saat ada pesanan, itupun jika kondisi tubuhnya memungkinkan.

“Saya tinggal di gubuk ini bersama anak. Tidak ada pekerjaan tetap, kadang kalau sehat saya buat bata, itu pun kalau ada pesanan. Kalau tidak ada, ya begini saja,” ujar Ruslan saat ditemui di gubuknya pada Selasa, 18 Februari 2025.

Gubuk yang dihuni Ruslan terbuat dari kayu dan anyaman bambu yang sudah lapuk. Di dalamnya, hanya ada tanah sebagai alas, sementara pakaian dan perabotan berserakan di mana-mana.

Kondisi yang lebih memprihatinkan adalah ketidakadaan listrik dan fasilitas sanitasi yang layak. Gubuk tersebut juga sangat rawan roboh, terutama saat hujan disertai angin kencang.

“Kalau hujan turun, sering bocor. Saya takut gubuk ini roboh, tapi saya nggak punya pilihan lain. Tidak ada listrik, sumur juga sudah tidak ada untuk mandi. Terakhir kali dapat bantuan waktu Corona, sejak itu tidak ada lagi. Bahkan untuk makan pun kadang sulit,” ungkapnya dengan nada pasrah.

Dengan segala keterbatasan ini, Ruslan berharap pemerintah dapat memberikan perhatian dan membantu membangunkan tempat tinggal yang layak untuknya dan anaknya. Ia berharap agar hidupnya bisa lebih baik seperti orang pada umumnya, dengan tempat tinggal yang aman dan nyaman.

Bagi banyak orang, hidup seperti Ruslan mungkin terdengar sangat berat, namun kisah ini menggambarkan betapa pentingnya perhatian pemerintah terhadap warga yang masih hidup dalam kondisi serba kekurangan.

Reporter: Nurandi
Editor: AGung S Pambudi

Tags: Dinsos LebakGalih PakuanKemensosKemiskinan Ekstrem LebakPemkab LebakPotret Kemiskinan LebakWarga CikulurWarga MIskinWarga Miskin LebakWarga Rumah Reot
Plugin Install : Subscribe Push Notification need OneSignal plugin to be installed.
Previous Post

Pelepasan Walikota dan Wakil Walikota Cilegon, Helldy-Sanuji Pamitan Undur Diri

Next Post

Dalam Satu Tahun, Penduduk Kabupaten Serang Bertambah 64 Ribu

Next Post
Dalam Satu Tahun, Penduduk Kabupaten Serang Bertambah 64 Ribu

Dalam Satu Tahun, Penduduk Kabupaten Serang Bertambah 64 Ribu

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Ikuti Kami

Facebook Instagram X-twitter Youtube
Gates of Olympus

Kanal

News

Redaksi

Peluang Usaha

Viral

Inspirasi

Love Story

Olahraga

News Video

Serba Serbi

E-Paper

Tekno

Pedoman Pemberitaan

Indeks

Tutorial

Pilihan Editor

Andra Soni Pastikan Pembangunan Banten Sejalan dengan Kebijakan Pemerintah Pusat

Andra Soni Pastikan Pembangunan Banten Sejalan dengan Kebijakan Pemerintah Pusat

by Yusuf Permana
Sabtu, 15 Agustus 2026 10:47
0

SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten memastikan arah pembangunan daerah tetap berjalan selaras dengan kebijakan pemerintah pusat. Sinkronisasi tersebut...

Penerima Bansos Pangan Beras di Lebak Meningkat 36 Ribu KPM

Penerima Bansos Pangan Beras di Lebak Meningkat 36 Ribu KPM

by Nurabidin
Sabtu, 15 Agustus 2026 10:42
0

LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID – Sebanyak 220.428 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Kabupaten Lebak akan segera mendapat bantuan pangan berupa beras dari...

No Result
View All Result
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV

© 2026 RadarBanten.