SERANG,RADARBANTEN.CO.ID-Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Serang memastikan stok beras saat bulan ramadan dan hari raya Idul Fitri dipastikan aman.
Pasalnya, saat ini para petani di Kabupaten Serang mulai memasuki masa panen dan berlangsung selama tiga bulan ke depan.
Kepala DKPP Kabupaten Serang Suhardjo mengatakan, pada bulan Februari ini, ada sekitar 5 ribu hektare yang akan memasuki masa panen. Lahan yang panen mayoritas sudah ditanami sejak bulan Oktober lalu.
“Sudah mulai panen, di wilayah selatan seperti Pabuaran, Padarincang, Ciomas, lalu wilayah utaranya ada utara Ciruas, Lebakwangi. Total yang akan panen di bulan ini sekitar 5 ribu hektare,” katanya, Jumat 21 Februari 2025.
Suhardjo mengatakan, masa panen akan berlangsung selama kurang lebih tiga bulan. Nantinya, untuk panen raya diperkirakan akan terjadi pada bulan Maret 2025.
“Puncak panen bulan Maret. Harapan kami harga gabah ke petani tidak turun. Ada HPP dari pemerintah, bahwa pembelian gabah ke petani minimal Rp6.500 per kilo,” tegasnya.
Nantinya, gabah akan diserap oleh Bulog dengan HPP yang ditetapkan. ”Ditetapkan harga tidak boleh kurang dari itu, dan siap menerima harga Rp6.500,” ujarnya.
Ia mengatakan, pada bulan Maret ini, ada sekitar 15 ribu hektare yang akan panen. Padi tersebut sudah ditanam sejak bulan November lalu.
“Makanya stok beras dipastikan aman saat Idul Fitri nanti,” ujarnya.
Suhardjo mengatakan, pada tahun 2025 ini pihaknya menargetkan luas tambah tanam sekitar 98 ribu hektare.
Ia mengaku optimis target tersebut bisa terealisasi di tahun ini.
“Tahun lalu, target tanam 97 ribu hektare realisasi 106.265 hektare. Itu ada dampak bantuan pompanisasi Kementerian jadi melebihi panen,” ujarnya
Semenara itu, Ketua Gapoktan Ratu Tani, Nurul Ulum mengatakan, di Desa Kebonratu, Kecamatan Lebakwangi ada sekitar 5 hektare sawah yang pean bulan ini.
“Kemarin panen 5 hektare dengan hasil 31 ton. Semua hasil panen sudah diserap oleh Bulog dengan harga Rp6.500,” ujarnya.
Ia mengatakan, laha pertanian yang digarap oleh Gapoktan Ratu Tani sudah full menggunakan mekanisasi pertanian. Bahkan Gapoktan Ratu Tani diproyeksikan akan menjalankan program IP 400.
“Jadi dalam satu tahun akan ada empat kali panen,” pungkasnya.
Reporter: Ahmad Rizal Ramdhani
Editor: Agung S Pambudi

