• Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
Home Bisnis Ekonomi

Mengenal Lebih Jauh Selendang Mayang: Comfort Food Saat Berbuka Puasa

Krisna Widi by Krisna Widi
Sabtu, 8 Maret 2025 14:40
in Ekonomi
0
Mengenal Lebih Jauh Selendang Mayang: Comfort Food Saat Berbuka Puasa

FOTO : Es Selendang Mayang oleh Krisna Widi Aria

0
SHARES
76
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare On Whatsapp

RADARBANTEN.CO.ID –  ES Selendang Mayang berasal dari budaya Betawi. Makanan ini sering disajikan dalam berbagai acara, baik itu perayaan, pesta, maupun sebagai hidangan penutup dalam keluarga.

Nama “Selendang Mayang” sendiri merujuk pada bentuk dan warna makanan ini yang menyerupai selendang, serta “mayang,” yang berarti daun kelapa muda atau pengantin, mencerminkan keindahan dan seremonial.

Makanan ini memadukan berbagai pengaruh budaya yang ada di Indonesia, termasuk pengaruh dari budaya Melayu, Tionghoa, dan Arab. Ini terlihat dari penggunaan bahan-bahan yang beragam dan cara penyajiannya. Seiring dengan berkembangnya waktu, Selendang Mayang tidak hanya dinikmati oleh masyarakat Betawi, tetapi juga mulai dikenal dan disukai oleh banyak orang di berbagai daerah di Indonesia.

Es Selendang Mayang terbuat dari tepung beras yang dicampur dengan air dan pewarna makanan, sehingga memberikan warna yang cerah dan menarik. Adonan tersebut kemudian dikukus atau direbus dan dibentuk menjadi selendang (sejenis agar-agar) yang lembut. Minuman ini biasanya disajikan dalam keadaan dingin dan dicampur dengan sereal, seperti kolang-kaling, santan, dan es serut.

Es Selendang Mayang menawarkan kombinasi rasa manis, gurih dari santan, dan kesegaran es yang membuatnya menjadi pilihan sempurna untuk berbuka puasa. Selain itu, penampilannya yang berwarna-warni membuatnya semakin menarik untuk disajikan.

Selendang Mayang tidak hanya sekadar makanan penutup; ia juga melambangkan momen kebersamaan dan tradisi masyarakat Indonesia dalam berkumpul dan merayakan. Hidangan ini sering kali disajikan saat acara-acara penting, seperti ulang tahun, pernikahan, dan terutama saat bulan Ramadan sebagai takjil untuk berbuka puasa.

Seiring berjalannya waktu, Selendang Mayang mengalami inovasi dan variasi, baik dalam bahan maupun cara penyajian. Di era modern ini, Selendang Mayang masih tetap populer dan menjadi favorit bagi banyak orang, tidak hanya di Jakarta tetapi juga di seluruh Indonesia.

Selama bulan Ramadan, Es Selendang Mayang banyak dijajakan oleh penjual takjil di berbagai tempat, dari pasar hingga pinggir jalan. Makanan ini telah menjadi simbol kebersamaan dan tradisi dalam berbuka puasa bagi banyak orang di Indonesia.

Dengan sejarah yang kaya dan makna yang dalam, Selendang Mayang tetap menjadi salah satu warisan kuliner yang patut dilestarikan dan diperkenalkan kepada generasi mendatang. (*)

Editor: Abdul Rozak

Tags: buka puasaesngabuburitPuasaSelendang Mayangtakjil
Plugin Install : Subscribe Push Notification need OneSignal plugin to be installed.
Previous Post

Rekomendasi Coffee Shop dengan Kopi Susu Gula Aren Terenak di Cilegon

Next Post

Bawaslu Pastikan Tidak Ada Kampanye Pada Safari Ramadan Bupati Serang

Next Post
Bawaslu Pastikan Tidak Ada Kampanye Pada Safari Ramadan Bupati Serang

Bawaslu Pastikan Tidak Ada Kampanye Pada Safari Ramadan Bupati Serang

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Ikuti Kami

Facebook Instagram X-twitter Youtube
Gates of Olympus

Kanal

News

Redaksi

Peluang Usaha

Viral

Inspirasi

Love Story

Olahraga

News Video

Serba Serbi

E-Paper

Tekno

Pedoman Pemberitaan

Indeks

Tutorial

Pilihan Editor

Proyek PSEL Tangsel Masih Menunggu Penilaian Harga Tanah

by Syaiful Adha
Minggu, 13 September 2026 14:13
0

KOTA TANGSEL, RADARBANTEN.CO.ID - Proses pengadaan lahan untuk pembangunan Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di Kota Tangerang Selatan masih...

Hari Keenam Pencairan Jurnalis Hilang, 15 Kapal dan Helikopter Dikerahkan

by Nurandi
Minggu, 13 September 2026 14:12
0

PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID - Masuk hari keenam operasi SAR, Tim SAR Gabungan terus melaksanakan pencarian terhadap delapan orang yang berada di...

No Result
View All Result
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV

© 2026 RadarBanten.