KOTA TANGSEL, RADARBANTEN.CO.ID – Proses pengadaan lahan untuk pembangunan Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di Kota Tangerang Selatan masih menunggu hasil penilaian harga tanah dari konsultan appraisal independen.
Saat ini, proses pengadaan lahan dan penilaian harga tanah atau appraisal masih berlangsung.
Wakil Wali Kota Tangsel Pilar Saga Ichsan mengatakan, Pemkot Tangsel membutuhkan lahan untuk mendukung pembangunan fasilitas PSEL. Dari total kebutuhan lahan sekitar lima hektare, sebanyak 2,3 hektare ditargetkan dapat dibebaskan pada 2026.
“Penilaian harga tanah masih menunggu hasil konsultan appraisal independen. Nilainya akan menjadi dasar dalam proses pengadaan lahan,” kata Pilar, Minggu 13 September 2026.
Menurut Pilar, Pemkot Tangsel telah berkoordinasi dengan Danantara terkait kebutuhan lahan proyek tersebut. Proses penetapan lokasi, appraisal, hingga persiapan pembayaran terus dilakukan.
Pemkot Tangsel menargetkan pembebasan lahan rampung tahun ini. Pembangunan PSEL diharapkan dapat memasuki tahap groundbreaking pada 2026 dan mulai beroperasi pada 2028.
Pilar berharap masyarakat pemilik lahan mendukung proses pengadaan tanah karena proyek tersebut ditujukan untuk kepentingan publik, khususnya dalam mengatasi persoalan sampah di Kota Tangsel.
Editor: Abdul Rozak

