LEBAK, RADARBANTEN.COMID- Kasus gigitan ular di Kabupaten Lebak sepanjang tahun 2024 mencapai 844 kasus. Jumlah ini meningkat dibanding dengan tahun 2023 yang mencapai 629 kasus gigitan ular.
Gigitan ular tanah yang menyerang manusia mendominasi dengan 605 kasus gigitan, ular hijau 48 kasus dan ular Cobra 8 kasus.
Layanan kesehatan Rumah Sakit Umum Daerag (RSUD) Adjidarmo paling banyak menangangi kasus gigitan ular mencapai 110 kasus gigitan, kemudian Puskesmas Cipanas 66 kasus gigitan, RSUD Malingping 54 kasus gigitan dan Puskesmas Leuwidamar mencapai 51 kasus gigitan.
“Ya, kasus gigitan ular cukup banyak di tahun 2024 hampir menyentuh seribu kasus tepatnya 844 kasus gigitan. Bila dibanding dengan tahun 2023 tentunya, meningkat,” kata Plt Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Lebak dr Budhi Mulyanto, Jumat 7 Maret 2025.
Menurutnya, SOP penangan kasus gigitan ular kini tidak langsung korban gigitan ukar mendapat penangan obat Serun anti bisa ular (SABU).
“Dengan SOP yang ada sekarang tidak semua kasus gigitan ular ditangani dengan obat anti bisa ular, cukup dimobilisasi pemberian analisi ST, sporting sembuh tanpa anti bisa ular. Yang harus dengan SABU itu yang sudah kearah sistemik, kelainannya ada gangguan pembekuan darah, gangguan sarap baru ditangani dengan obat ABU,” jelasnya.
Budhi mengatakan, dari ratusan kasus gigitan ular tersebut hanya 30 persen yang membutuhkan penangan obat ABU. Meskipun tidak semua kasus gigitan ular ditangani dengan obat ABU, setiap Puskesmas mesti tersedia lima player obat SABU.
“Insya allah stok obat SABU masih ada di Puskesmas- puskesmas stok tahun lalu dan tahun ini kita masih menunggu. Begitu juga dengan di RSUD stoknya masih tersedia 70 flayer,” katanya.
Budi menambahkan, baik pada musim cuaca ekstrem seperti saat ini maupun kemarau, pihaknya mengimbau kepada petani untuk mewaspadai adanya serangan ular berbisa.
“Selama musim cuaca ekstrem kita tetap mewaspadai kasus gigitan ular terkebuh kemarau karena banyak warga yang membuka ladang atau huma. Untuk sampai saat ini kami beum mendengar adanya Puskesmas sampai kehabisan stok ABU,” katanya.
Reporter: Nurabidin
Editor: Aditya

