PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Pondok Pangeran by Kapulso resmi menggelar soft opening di Kapulso Pandeglang, Banten. Restoran ini menawarkan beragam menu khas untuk sarapan pagi.
Tak perlu jauh-jauh ke daerah Minang untuk menikmati aneka masakan khasnya. Kini, warga Pandeglang bisa mencicipinya langsung di Pondok Pangeran by Kapulso, yang berlokasi di belakang Hotel Horison Altama Pandeglang.
Pembukaan ini juga diwarnai dengan aksi sosial. Sebagai tanda green opening, Pondok Pangeran memberikan santunan kepada anak yatim piatu dan menggelar doa bersama. Acara yang berlangsung ini dihadiri oleh berbagai kalangan.
Owner Pondok Pangeran by Kapulso, Evi Syahrudin, mengungkapkan bahwa ide membuka kuliner khas Minang ini berawal dari diskusi dengan beberapa rekannya.
“Kita hari ini soft opening Pondok Pangeran yang khusus menyajikan sarapan khas Minang. Sebelumnya, Kapulso itu konsepnya nasional. Lalu muncul ide dari rekan-rekan untuk menghadirkan menu khas dari satu daerah, akhirnya saya memilih kuliner Minang karena variannya sangat banyak,” ungkap Evi, Rabu 2 April 2025.
Evi menjelaskan, kehadiran Pondok Pangeran memudahkan masyarakat Banten, khususnya Pandeglang, untuk menikmati menu khas Minang tanpa harus jauh-jauh ke Sumatera Barat.
“Menunya sudah kami sesuaikan dari segi rasa agar bisa diterima oleh semua orang,” jelasnya.
Di Pondok Pangeran, tersedia berbagai hidangan khas Minang untuk sarapan, seperti lontong dengan berbagai pilihan gulai tunjang, pakis, nangka, dan tauco serta mie goreng Padang, gado-gado Padang, dan mie rebus dengan tampilan serta rasa yang khas.
“Hampir semua menu lontong di sini best seller, termasuk lontong kacau, yang di Padang sendiri sudah jarang dibuat. Saya ingin menghidupkan kembali cita rasa Minang lewat menu ini,” ucapnya.
Tak hanya makanan, Pondok Pangeran juga menyajikan minuman khas Minang, seperti kopi tatungkuik yang unik karena cara penyajiannya diminum dengan posisi terbalik, serta kopi kawa daun dan berbagai minuman khas lainnya.
Pondok Pangeran hadir dengan konsep kuliner khas Minang yang ramah di kantong. Evi Syahrudin, menyebut bahwa rasa yang ditawarkan setara bintang lima, namun dengan harga kaki lima.
“Soal rasa, bintang lima. Tapi harganya tetap kaki lima, terjangkau untuk semua kalangan. Kami buka harga mulai dari Rp2 ribu sampai Rp32 ribu,” ujarnya.
Pondok Pangeran beroperasi setiap hari mulai pukul 07.00 WIB hingga 12.00 WIB. Nama ‘Pondok’ sendiri merujuk pada bangunan gubuk atau rumah adat khas Minang, sementara ‘Pangeran’ melambangkan kualitas menu yang istimewa.
“Saya berharap kuliner di Pondok Pangeran ini bisa dinikmati bukan hanya oleh orang Minang, tetapi juga oleh semua lapisan masyarakat di Banten,” pungkasnya.
Editor: Abdul Rozak

