LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID – Ratusan karyawan PT Global Marketing Technologi (GMT) 2 di Jalan Prof. Ir. Soetami, Desa Citeras, Kecamatan Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, mogok kerja pada Senin, 7 April 2025. Aksi ini karena Tunjangan Hari Raya (THR) yang diberikan perusahaan tak sesuai harapan karyawan.
Menanggapi aksi ratusan karyawanya, pihak PT. GMT 2 akhirnya buka suara mengenai adanya permasalahan karyawannya. Pihak perusahaan menjelaskan ada sejumlah karyawan yang statusnya bukan karyawan tetap.
Ali Akbar, Humas PT. GMT 2, menyatakan bahwa terkait pembagian THR tak sesuai harapan karena banyak karyawanya yang bekerja keluar masuk dan tidak ada yang bekerja hingga tahunan.
“Karyawan itu kan karena gini kan, kita kan lihatnya ini kan mereka ini kan kadang keluar masuk, terus kayak tadi kan mungkin ada lah kayak omongan, saya udah pernah masuk lima tahun di Global, ternyata kita cek itu cuma setahun lebih gitu kan, setahun setengah lah,” ucapnya kepada Radarbanten.co.id melalui telepon, Senin, 7 April 2025.
Ia menjelaskan bahwa pada tahun-tahun sebelumnya tidak pernah terjadi kejadian tersebut. Namun, pada tahun ini ada sejumlah oknum yang menjadi provokator sehingga aksi mogok kerja terjadi.
“Jadi kan kita kan kalau untuk masalah THR sebenarnya, THR ini kita udah berjalan sih, udah berapa tahun ya kan, sebenarnya enggak ada masalah, cuma biasa lah saya pikirnya saya positif aja ya, walaupun ada segelintir orang gitu ya, cuma kita tetep positif aja, pikirannya ada ya semacam provokator apa gitu kan,” terangnya.
Sebelumnya, Sekretaris Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Lebak, Rully Charulliyanto, menyatakan pihaknya sudah mendapatkan laproan terkait dengan aksi mogok kerja karyawan PT. GMT 2.
Menurutnya, Disnaker akan memanggil perusahaan pada hari ini, 8 April 2025.
“Kami belum mengetahui terkait dengan permasalahannya, karena masih dalam pengumpulan informasi. Untuk lebih lanjutnya perusahaan akan kami panggil untuk menindak lanjuti permasalahanya,” pungkasnya.
Editor: Agus Priwandono











