PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID -Gunung Karang merupakan salah satu gunung berapi di Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten yang memiliki ketinggian 1.778 mdpl (meter diatas permukaan laut).
Gunung Karang masuk dalam 127 gunung berapi di Indonesia yang memiliki catatan letusan sebelum tahun 1.600 Masehi atau menunjukkan tanda-tanda aktivitas vulkanik.
Pada bagian puncaknya terdapat Sumur Tujuh karena terdapat tujuh sumber mata air yang ada di puncak Gunung Karang.
Berdasarkan informasi disampaikan website resmi Pemerintah Provinsi Banten yang dikutip RADARBANTEN.CO.ID, bahwasannya, Gunung Karang masuk dalam kelompok stratovolcano yang memiliki potensi meletus.
Sejak zaman dulu, Gunung Karang dijuluki sebagai tempat berkumpulnya para wali.
Selanjutnya, pada masa penjajahan Jepang dan Belanda, Gunung Karang digunakan sebagai tempat bersembunyi tentara Republik.
Pada saat ini untuk menuju puncak Gunung Karang terdapat tiga jalur pendakian. Pertama yaitu via Kampung Paku Haji, Desa Kaduengang, Kecamatan Cadasari.
Jalur Kaduengang merupakan jalur pendakian paling digemari oleh para pendaki karena trek menuju puncak lebih pendek namun memiliki trek begitu menantang.
Kemudian ketika malam hari para pendaki dapat melihat indahnya gemerlap kota Serang dan Pelabuhan Merak. Waktu tempuh dari Kaduengang biasanya akan mengahabiskan waktu tempuh perjalanan 4 – 6 jam untuk mencapai Puncak Sumur Tujuh.
Tapi tergantung kondisi cuacanya juga. Setelah berada di Desa Kaduengang, pendakian dimulai dengan jalan desa yang menanjak, pos 1 ditandai dengan adanya menara tower dekat rumah salah satu sesepuh yang dapat pendaki minta untuk memimpin berziarah, karena sebelum melanjutkan pendakian disarankan agar berziarah terlebih dahulu ke makam Pangeran TB. Jaya Raksa, makam tersebut berada tepat di sebelah kanan jalur pendakian.
Jalur berikutnya via Pagerbatu, Kecamatan Majasari, yang membutuhkan waktu tempuh 7 sampai 8 jam. Jalur lainnya yaitu via Kaduhejo.
Editor: Agung S Pambudi :

