LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID – Pemkab Lebak meminta petani untuk mengoptimalkan produktivitas pangan lokal. Produktivitas pangan lokal diharapkan dapat menggantikan komoditas utama selama ini yaitu padi.
“Ya, selain mengonsumsi beras, kita juga bisa mengonsumsi non beras, seperti pangan atau buah-buahan lokal. Di mana, di Lebak ini cukup melimpah seperti jagung, ubi-ubian pisang dan komoditas lainnya,” kata Sekda Lebak Budi Santoso, Minggu 1 Juni 2025.
Lantaran Pemkab lebak, kata Budi telah mengintruksikan agar antar OPD terkait terus berkoordinasi seperti Dinas Pertanian, Dinas Ketahanan Pangan untuk memaksimalkan potensi pangan lokal, dengan memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai cara mengolah pangan lokal untuk menjadi suatu produk yang bernilai jual tinggi.
“Tidak sedikit petani menjual hasil tani mereka langsung ke daerah luar, tanpa diolah terlebih dahulu, sehingga nilai dari jualnya juga rendah. Padahal, bila dapat diolah hasil tani mereka menjadi suatu produk yang mempunyai nilai jual yang jauh lebih tinggi dan lebih menguntungkan petani. Ini yang terus kita upayakan agar pendapatan petani lebih besar,” kata mantan kepala BKAD Lebak ini.
Saat ini laju pertumbuhan penduduk tidak berbanding lurus dengan jumlah peningkatan produksi, salah satu upaya yang dilakukan oleh pemerintah dalam memenuhi kebutuhan beras adalah mengganti pemenuhan karbohidrat dengan pangan lokal yang tidak kalah gizinya dengan beras.
“Kita mengonsumsi beras untuk memenuhi kebutuhan karbohidrat dan ini bisa diganti dengan tanaman pangan lokal lainnya seperti jagung, ubi kayu dan ubi jalar dan Kabupaten Lebak sangat berpotensi dengan tanaman pangan lokal itu,” ujarnya.
Selain itu, upaya yang dilakukan adalah membentuk kawasan rumah pangan lestari dengan memanfaatkan pekarangan rumah dengan cara menanam dengan berbagai jenis tanaman pangan lokal.
Sementara itu Kepala Dinas Pertanian Lebak Rahmat mengatakan, pihaknya terus melakukan sosialisasi kepada para petani baik melalui mantri tani desa maupun penyuluh lapangan pertanian agar memaksimalkan potensi pangan lokal, dengan memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai cara mengolah pangan lokal tersebut untuk menjadi suatu produk yang bernilai jual tinggi.
“Kita terus maksimalkan ke petani agar mereka juga terus meningkat dari segi perekonomiannya,” kata Rahmat
Reporter: Nurabidin
Editor: Aditya

