TANGSEL,RADARBANTEN.CO.ID – Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Benyamin Davnie, buka suara soal kenaikan tajam belanja operasi dalam struktur APBD 2024. Menurutnya, lonjakan itu dipicu dua faktor utama, yakni pengangkatan PPPK dan pelaksanaan Pemilu serentak.
“Kenaikan belanja operasi pada 2024 terjadi karena adanya pengangkatan PPPK, terutama tenaga pendidikan dan kesehatan, serta pelaksanaan Pemilu serentak,” jelas Benyamin, Jumat, 27 Juni 2025.
Pernyataan itu disampaikan dalam rapat paripurna DPRD Tangsel sebagai tanggapan atas pandangan Fraksi PDIP, yang sebelumnya menyoroti dominasi belanja operasi dibanding belanja modal.
Benyamin memaparkan bahwa belanja pegawai menjadi salah satu komponen yang paling besar naik, karena adanya kebijakan nasional dalam pemenuhan formasi ASN di daerah, khususnya tenaga guru dan tenaga kesehatan.
Selain itu, belanja barang dan jasa juga meningkat, menyusul naiknya kebutuhan operasional seperti pengadaan barang persediaan dan biaya administrasi kantor. “Belanja hibah juga naik karena adanya alokasi anggaran untuk mendukung kelancaran Pemilu 2024 yang berlangsung serentak secara nasional,” ungkap Benyamin.
Meski begitu, ia menyatakan sepakat dengan Fraksi PDIP soal perlunya perbaikan struktur anggaran ke depan, agar lebih proporsional dan fokus pada pembangunan. “Kami akan mengevaluasi struktur belanja agar ke depan lebih berpihak pada pembangunan jangka panjang dan pertumbuhan ekonomi,” ujarnya.
Sebelumnya, Fraksi PDIP mendorong agar belanja non-prioritas seperti perjalanan dinas dan anggaran rapat bisa dirasionalisasi. Tujuannya, agar ada ruang fiskal yang cukup untuk belanja produktif, terutama belanja modal untuk infrastruktur dan pelayanan dasar.
Editor : Merwanda











