PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Wakil Bupati Pandeglang, Iing Andri Supriadi, buka suara menanggapi penolakan sebagian warga terkait rencana kerja sama penanganan sampah dengan Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel). Ia meminta masyarakat untuk tidak bersikap antipati sebelum memahami maksud dan tujuan dari kerja sama tersebut.
“Jangan dulu menolak. Mari kita pelajari bersama secara baik dan komprehensif. Tidak mungkin pemerintah daerah bekerja sama jika tidak ada manfaat bagi daerah dan masyarakatnya,” kata Iing, Minggu 6 Juli 2025.
Ia menyebut, masyarakat Pandeglang selama ini selalu mendorong agar daerah menjadi lebih maju dan masyarakatnya hidup sejahtera. Namun, kemajuan itu hanya dapat dicapai jika daerah mampu mandiri dalam berbagai aspek.
“Problemnya begini, masyarakat Kabupaten Pandeglang selalu teriak ingin daerah ini maju, ingin masyarakatnya sejahtera. Nah, bagian dari menuju kemajuan dan kesejahteraan itu adalah kemandirian, baik secara ekonomi, keuangan, maupun fiskal,” jelasnya.
Iing menegaskan bahwa kerja sama dengan Tangsel bukan hanya sebatas pengelolaan sampah, melainkan strategi pemerintah daerah untuk menciptakan peluang ekonomi dan peningkatan pendapatan daerah.
“Pemerintah daerah tidak akan sembrono, sembarangan, atau asal-asalan. Semua akan dikaji secara komprehensif, bagaimana keuntungannya bagi daerah. Tujuannya tetap untuk masyarakat,” tegasnya.
Menurut Iing, pihaknya juga telah berkomunikasi dengan Pemkot Tangsel agar memberikan Bantuan Keuangan Khusus (BKK) sebagai kompensasi yang dapat dimanfaatkan untuk memperbaiki infrastruktur dan sarana di sekitar lokasi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Bangkonol, Kecamatan Kroncong.
“Bantuan Keuangan Khusus itu nanti akan digunakan sepenuhnya untuk perbaikan jalan, sarana dan prasarana, kajian Amdal, hingga pencegahan pencemaran lingkungan,” ungkapnya.
Ia mengajak masyarakat untuk berpikir terbuka terhadap terobosan baru yang bisa menjadi solusi bagi ketergantungan fiskal daerah terhadap APBD.
“Jangan antipati. Kata saya juga, jangankan berlian, sampah pun saya ambil kalau bisa jadi uang. Karena Pandeglang ini lagi butuh uang,” ujar Iing dengan nada tegas.
Lebih jauh, Iing mendorong masyarakat untuk memberi ruang bagi pemerintah agar bisa berinovasi dalam membangun daerah. Menurutnya, daerah tak akan maju jika hanya terpaku pada cara-cara lama.
“Kalau masyarakat ingin maju, berikan kami kebebasan berkreasi, berinovasi, membangun Pandeglang. Membangun itu butuh keberanian berpikir out of the box, keluar dari kebiasaan,” tandasnya.
Ia juga meminta agar masyarakat tak saling menyalahkan dalam menyikapi kebijakan pemerintah. Kritik harus disampaikan secara konstruktif.
“Mari sama-sama bergandengan tangan untuk membangun Pandeglang, jangan saling terus mencaci mencibir. Jangan seolah-olah kami ini mengeluarkan kebijakan yang salah. Kalau pun ada kekurangan, ayo kita perbaiki bersama, karena kesempurnaan hanya milik Allah,” tutupnya.
Sebelumnya, sejumlah warga yang tinggal di sekitar TPA Bangkonol menyampaikan keberatan atas rencana penampungan sampah dari luar daerah, dengan alasan bau menyengat yang sudah terjadi saat ini belum tertangani dengan baik.
Editor : Merwanda

