TANGERANG SELATAN, RADARBANTEN.CO.ID – Pemerintah Kota Tangerang Selatan melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud), tengah mengkaji kemungkinan pemberlakuan sekolah gratis secara penuh untuk siswa tingkat dasar hingga menengah pertama di wilayahnya.
Wacana ini disampaikan langsung oleh Kepala Dindikbud Tangsel, Deden Deni, menyusul pelaksanaan program bantuan pendidikan bagi siswa yang tidak diterima di sekolah negeri pada pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2025.
Menurut Deden, kebijakan sekolah gratis bukan sekadar menghapuskan SPP, tetapi mencakup seluruh komponen biaya yang selama ini menjadi beban orang tua.
“Kami sedang menghitung seluruh komponen biaya pendidikan. Kalau sekolah digratiskan sepenuhnya, maka tidak hanya SPP, tapi juga seluruh kebutuhan personal siswa harus ditanggung. Ini tentu membutuhkan regulasi dan dukungan anggaran yang lebih besar,” ujar Deden saat dikonfirmasi, Selasa, 8 Juli 2025.
Kajian ini dilakukan bersamaan dengan pelaksanaan program bantuan pendidikan bagi siswa yang tidak lolos SPMB 2025.
Program tersebut telah berjalan sejak 2021 dan menyasar para siswa untuk melanjutkan sekolah di 92 sekolah swasta pendamping yang telah ditunjuk Pemkot Tangsel.
Bantuan diberikan dalam bentuk subsidi biaya SPP selama satu tahun, dengan harapan tak ada anak di Tangsel yang putus sekolah.
Namun, Deden menegaskan bahwa skema bantuan saat ini belum sepenuhnya menjadikan sekolah gratis.
Masih ada komponen biaya lain seperti uang pangkal dan kebutuhan siswa yang ditanggung orang tua, meskipun Pemkot Tangsel telah mengimbau sekolah swasta untuk memberikan keringanan, khususnya kepada siswa dari keluarga tidak mampu.
“Ini bukan program sekolah gratis, tapi bantuan pendidikan untuk meringankan beban. Kalau kita bicara sekolah gratis sepenuhnya, itu perlu kebijakan yang lebih besar dan perhitungan matang,” jelasnya.
Deden juga menambahkan bahwa upaya menuju pendidikan gratis menyeluruh memerlukan sinergi antara Pemkot Tangsel dan Pemerintah Pusat, termasuk dukungan regulasi dan alokasi anggaran yang memadai.
Saat ini, pihaknya terus melakukan perhitungan dan pemetaan kebutuhan, sambil memastikan tidak ada anak yang tertinggal dari akses pendidikan.
“Yang penting sekarang adalah memastikan tidak ada alasan untuk berhenti sekolah. Pemerintah hadir dengan solusi sementara, sambil menyiapkan kebijakan jangka panjang,” tutupnya.
Editor: Agus Priwandono

