LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Lebak mencatat sebanyak 3.592 kasus tuberkulosis (TBC) ditemukan sepanjang Januari hingga Agustus 2026.
Ribuan kasus tersebut tersebar di 28 kecamatan di Kabupaten Lebak. Kondisi itu membuat penanganan dan pencegahan penularan TBC menjadi salah satu perhatian serius Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak.
Kasi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Dinkes Lebak Rochmat Pudjiharjo mengatakan, hingga 23 Agustus 2026, sebanyak 18.951 orang terduga TBC telah menjalani pemeriksaan.
“Per 23 Agustus, terduga TBC sudah diperiksa sebanyak 18.951. Dari hasil pemeriksaan ditemukan 3.592 penderita TBC dari estimasi 5.999,” kata Rochmat, Rabu, 26 Agustus 2026.
Rochmat menjelaskan, penanganan TBC tidak hanya diberikan kepada pasien yang terkonfirmasi positif. Dinkes Lebak juga melakukan pemeriksaan dan memberikan terapi pencegahan kepada anggota keluarga yang tinggal serumah dengan penderita.
“Untuk yang kontak serumah dengan penderita TBC yang hasil pemeriksaan TBC negatif diberikan Terapi Pencegahan Tuberkulosis (TPT). Capaiannya saat ini 2.579 kontak serumah yang diberikan TPT,” katanya.
Menurut Rochmat, investigasi kontak atau tracing menjadi salah satu kunci utama untuk mempercepat penemuan kasus TBC sekaligus mencegah penularan.
Keterlambatan melakukan tracing setelah ditemukan kasus indeks dinilai dapat meningkatkan risiko penularan, baik di lingkungan keluarga maupun komunitas.
“Dalam rangka percepatan dan penguatan upaya penemuan kasus secara aktif, Kementerian Kesehatan bersama Pemkab Lebak akan melaksanakan kegiatan Tracing TB Terintegrasi dengan Program Cek Kesehatan Gratis (CKG),” ujarnya.
Kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan penemuan kasus TBC melalui tracing terhadap kontak serumah dan kontak erat dari kasus TBC yang belum berhasil dilakukan penelusuran.
Selain menemukan kasus lebih cepat, program tersebut diharapkan memperluas manfaat layanan CKG bagi masyarakat, khususnya kelompok yang berisiko terpapar TBC.
Rochmat mengatakan, kegiatan tersebut juga diharapkan dapat membantu menurunkan stigma dan diskriminasi terhadap penderita TBC.
“Adapun lokasi pelaksanaan kegiatan sedang dilaksanakan di 302 lokus di Kabupaten Lebak. Pelaksanaan mulai tanggal 10 Agustus sampai 24 September 2026,” ujarnya.
Dinkes Lebak berharap pelaksanaan tracing TBC terintegrasi dengan CKG dapat berjalan lancar sehingga penemuan kasus dan penanganan TBC semakin optimal.
“Kami berharap kegiatan ini dapat berjalan lancar dan berdampak pada peningkatan status kesehatan masyarakat di Kabupaten Lebak,” katanya.
Reporter: Nurabidin – Editor: Aas Arbi












