LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID – Warga Kampung Sarageni, Desa Sarageni, Kecamatan Cimarga, Kabupaten Lebak, bergotong royong memperbaiki jembatan gantung yang rusak parah. Perbaikan dilakukan secara swadaya, setelah lebih dari tiga tahun kondisi jembatan tak kunjung mendapat perhatian pemerintah.
Jembatan sepanjang 70 meter dengan lebar 1,2 meter ini merupakan akses utama warga menuju kampung sekitar, termasuk anak-anak sekolah, petani, dan pedagang. Selama bertahun-tahun, jembatan tetap difungsikan meski rusak. Namun, sejak diterjang banjir beberapa waktu lalu, kerusakannya semakin parah dan tak lagi bisa dilintasi.
“Ini murni inisiatif warga, dari dana swadaya masyarakat. Karena jembatan ini akses utama. Memang ada jembatan lain, tapi jaraknya jauh. Yang ini lebih dekat untuk ke sekolah, ke sawah, dan ke kebun,” ujar Mahdun, warga setempat, kepada Radar Banten, Jumat 11 Juli 2025.
Menurut Mahdun, selama tiga tahun terakhir warga sudah beberapa kali mengusulkan perbaikan kepada pemerintah. Namun hingga kini belum ada realisasi maupun tinjauan dari pihak terkait.
“Kerusakan ini sudah lama, dan tidak pernah diperbaiki. Padahal warga tetap menggunakannya karena tidak ada pilihan. Baru setelah banjir kemarin, jembatan benar-benar tidak bisa dipakai karena rusaknya sudah parah,” jelasnya.
Lebih memprihatinkan lagi, akibat kondisi jembatan yang membahayakan, seorang warga dilaporkan sempat terjatuh dan meninggal dunia.
Mahdun menyayangkan sikap pemerintah yang belum juga turun ke lokasi, meski masyarakat telah berkali-kali menginformasikan kondisi jembatan tersebut.
“Dari pemerintah tidak ada yang datang ke sini. Kami sendiri yang bergerak. Padahal mereka tahu jembatan ini rusak,” keluhnya.
Warga berharap Pemkab Lebak, khususnya Dinas PUPR, segera turun tangan melakukan perbaikan menyeluruh terhadap jembatan tersebut agar tidak menimbulkan korban jiwa lagi dan warga dapat beraktivitas dengan aman.
Editor: Aas Arbi











