TANGSEL, RADARBANTEN.CO.ID – Pemerintah Kota Tangsel melibatkan para penyintas Tuberkulosis (TBC) sebagai Duta TBC di setiap RW Bebas TBC.
Mereka bertugas memberikan edukasi, pendampingan, dan dukungan psikologis kepada warga yang sedang menjalani pengobatan TBC.
Program ini dijalankan oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tangsel, dengan tujuan memperkuat edukasi, pendampingan, dan dukungan psikologis kepada warga yang sedang menjalani pengobatan TBC.
Kepala Dinkes Kota Tangsel, dr. Allin Hendalin Mahdaniar, menjelaskan bahwa para Duta TBC diambil dari kalangan masyarakat yang telah sembuh dari penyakit tersebut.
“Duta TBC adalah relawan yang dulunya pernah menderita TBC dan sudah sembuh. Mereka sekarang berperan memberikan edukasi, sosialisasi, dan yang paling penting adalah dukungan psikologis bagi pasien yang sedang berjuang melawan TBC,” kata dr. Allin saat dihubungi Minggu 13 Juli 2025.
Dengan membagikan pengalaman pribadi, para Duta TBC dinilai mampu membangun empati dan kepercayaan lebih dalam kepada pasien. Selain membantu menyemangati mereka agar konsisten menjalani pengobatan, kehadiran duta ini juga mengurangi stigma sosial yang masih sering melekat pada penderita TBC.
Program ini bersifat sukarela. Dinkes Tangsel hanya menunjuk individu yang bersedia secara sadar dan aktif mendukung upaya pencegahan serta pengendalian TBC di wilayahnya masing-masing.
“Minimal satu orang Duta TBC ditugaskan di setiap RW Bebas TBC. Dan alhamdulillah, dari 58 RW yang telah mendeklarasikan program ini, semuanya sudah memiliki Duta TBC,” lanjut dr. Allin.
Program RW Bebas TBC sendiri mulai dideklarasikan secara aktif pada tahun 2025 ini sebagai bagian dari target nasional eliminasi TBC tahun 2030. Melalui keterlibatan langsung masyarakat, khususnya para penyintas, Pemkot Tangsel berharap kesadaran dan solidaritas sosial dalam penanggulangan TBC bisa semakin meningkat.
Editor: Abdul Rozak











