PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Jumlah pendaki Gunung Pulosari di Kabupaten Pandeglang, Banten, terus meningkat. Asosiasi Pemandu Gunung Indonesia (APGI) mencatat sebanyak 1.000 orang per-minggu atau kurang lebih 24.000 orang mendaki gunung tersebut selama periode Januari hingga Juni 2025.
Gunung yang berada di Kecamatan Mandalawangi itu menjadi favorit para pendaki karena panorama sunset dari puncaknya yang memesona. Banyak pendaki rela menapaki jalur menanjak demi menyaksikan keindahan senja dari ketinggian.
“Kalau akhir pekan bisa sampai 500 pendaki per hari. Total Januari sampai Juni kemarin, sekitar 1.000 orang,” kata Asep Rahman, volunteer pendakian sekaligus anggota APGI, Senin 21 Juli 2025.
Asep menjelaskan, pada hari biasa jumlah pendaki hanya berkisar 20–50 orang per hari. Namun, pada Sabtu dan Minggu, jumlahnya melonjak drastis.
“Mayoritas pengunjung dari Tangerang Raya, sekitar 60 persen. Sisanya dari Banten lain, Jawa Barat, dan sedikit dari Lampung,” ujarnya.
Asep menyebut pengunjung dari luar provinsi hanya sekitar satu persen. Para pendaki dikenakan biaya registrasi sebesar Rp30 ribu per orang, baik untuk pendakian singkat (tektok) maupun bermalam (camping). Sistem pendaftaran masih dilakukan secara manual di lokasi.
Jalur utama dari Pos Cihunjuran telah dilengkapi pos pemeriksaan dan titik briefing. Pengelolaan jalur dibantu relawan dari masyarakat lokal dan komunitas pendaki.
“Sekitar 50 persen relawan dari warga sekitar, sisanya dari komunitas dan APGI,” lanjutnya.
Upaya pengamanan turut melibatkan tim dari Vertica Rescue Indonesia dan Basarnas. Selain itu, sistem konservasi diterapkan dengan pencatatan barang bawaan yang berpotensi menghasilkan sampah.
Pendaki wajib membawa pulang kembali semua sampah yang dibawa. Jika tidak, akan dikenakan denda sepuluh kali lipat dari nilai barang yang ditinggalkan.
Gunung Pulosari memang dikenal sebagai spot favorit para penikmat senja. Letaknya yang menghadap ke barat menjadikan puncaknya lokasi ideal untuk menikmati keindahan matahari terbenam.
Editor: Bayu Mulyana











