SERANG,RADARBANTEN.CO.ID- PT Polyplex Films Indonesia mengaku siap mensukseskan pemerintah Provinsi Banten untuk menurunkan angka pengangguran di Banten.
Salah satu upaya yang dilakukan ialah dengan memperbaiki pola rekrutmen tenaga kerja agar tidak ada lagi pihak-pihak yang menjadi calo tenaga kerja dan mengoptimalkan serapan tenaga kerja lokal.
Senior Manager HR PT Polyplex Films Indonesia, Raja Armansyah Pasaribu mengaku pihaknya memiliki komitmen untuk memberantas calo tenaga kerja di perusahaannya.
Bahkan, bersih-bersih dari calo tenaga kerja sudah dilakukan sejak satu tahun terakhir saat dirinya menduduki jabatan tersebut.
“Kita sudah memberantas percaloan kurang lebih setahun. Jauh sebelum ada program Stop Percaloan Rekrutmen yang disosialisasikan oleh Menteri Tenaga Kerja di Swiss Bell Hotel Serang di Awal Juli 2025, kita sudah lakukan pemberantasan percaloan terlebih dulu. Jadi kita melakukan pemberantasan internal terhadap segala proses percaloan karena kita enggak setuju proses percaloan itu,” ujarnya.
Ia mengungkapkan alasan kenapa perusahaan tidak setuju dengan proses percaloan. Pasalnya, kecenderungan pekerja yang masuk melalui calo disiplinnya rendah dan itu akan mempengaruhi produktifitas perusahaan.
Sementara itu, mengenai optimalisasi serapan tenaga lokal, pihaknya mengaku juga telah menerapkannya. Dari total 570 karyawan di perusahaan , sebanyak 90 persen merupakan pekerja lokal asal Banten.
“Jadi kita sudah mengimplementasikan apa yang jadi program-program pemerintah. Kita men-support program-program pemerintah terutama pemberantasan pengangguran,” ujarnya.
Bahkan, dari jumlah tersebut, sekitar 61 persen pekerja di PT Polyplex merupakan warga asal Kabupaten Serang yang berada di sekitar perusahaan.
Direktur PT. Polyplex Films Indonesia, Somvir Singh mengungkapkan nilai investasi PT Polyplex Films Indonesia mencapai 180 juta US dolar. Saat ini produk-produk yang dihasilkan 70 persen dipasarkan di Indonesia, sementra 30 persennya di ekspor ke luar negeri. “Ekspor kita mulai dari negara-negara di ASEAN hingga ke amerika,” pungkasnya.
Sementara itu, Gubernur Banten Andra Soni mengapresiasi atas komitmen perusahaan yang ingin memberantas calo tenaga kerja bahkan komitmen mereka dalam hal memprioritaskan serapan tenaga kerja lokal.
“Karena itu menjadi konsen kita memberantas calo tenaga kerja. Kemudian disampaikan bahwa 90 persen tenaga kerja yang bekerja di perusahaan ini adalah warga Banten. Jadi menurut saya ini sudah tepat industri bisa memprioritaskan tenaga kerjanya itu dari tenaga kerja local dan saya memberikan apresiasi kepada PT. Polyplex Films Indonesia,” ujarnya.
Andra mengaku, kedatangannya ke perusahaan tersebut sebagai dukungan agar investasi dapat tumbuh baik di Banten. Pihaknya juga memastikan bahwa investasi di Banten aman.
“Kami sampaikan bilamana ada gangguan-gangguan terhadap usaha mereka tolong sampaikan kepada kami biar kami tidak lanjuti karena kami sudah punya komitmen dengan Forkopimda untuk menjaga investasi dari gangguan premanisme pungli dan sebagainya,” pungkasnya.
Editor: Abdul Rozak











