Home Pandeglang

Buntut Video Viral Penolakan Wisata, Forum Silahturahmi Warga Gunung Karang Pandeglang Beri Klarifikasi

Moch. Madani Prasetia by Moch. Madani Prasetia
Jumat, 1 Agustus 2025 11:16
in Pandeglang
0

Forum Silahturahmi Musyawarah Masyarakat menggelar musyawarah dan klarifikasi di Kantor Kecamatan Majasari, Kabupaten Pandeglang/Moch Madani Prasetia

0
SHARES
1k
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare On Whatsapp

PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Sejumlah warga yang tergabung dalam Forum Silaturahmi Musyawarah Warga Gunung Karang menggelar musyawarah di Kantor Kecamatan Majasari, Kabupaten Pandeglang.

Musyawarah tersebut digelar sebagai tindak lanjut dari video penolakan wisata di kawasan Gunung Karang yang sempat viral di media sosial. Dalam pertemuan itu, para masyarakat memberikan klarifikasi terkait pernyataan sikap yang sebelumnya beredar.

Ahmad Bustomi, salah satu tokoh masyarakat, menjelaskan bahwa pernyataan dalam video sebelumnya hanya merujuk pada dua wilayah, yakni Pakuhaji dan Pasir Angin, bukan secara keseluruhan kawasan Gunung Karang.

“Agenda hari ini adalah sosialisasi hasil musyawarah yang kemarin dilakukan di Kampung Pasir Angin. Ada sedikit kesalahpahaman, terutama di bagian pernyataan sikap,” kata Ahmad Bustomi saat diwawancarai di Kantor Kecamatan Majasari, pada Kamis 31 Juli 2025.

Ia menegaskan bahwa pernyataan sikap yang sempat viral itu hanya ditujukan untuk wilayah yang belum memiliki legalitas wisata.

“Yang saya maksud adalah itu hanya wilayah Gunung Karang yang di Pakuhaji dan Pasir Angin. Dua wilayah itu belum punya legalitas apa pun. Adapun wilayah lain seperti Kampung Domba dan Kadu engang sudah ada izin atau legalitas wisata. Jadi tidak kami maksud menolak semuanya, jadi itu silahkan jalan yang penting ada legalitasnya,” katanya.

Bustomi berharap ke depan tidak ada legalitas baru yang dikeluarkan untuk kegiatan wisata di dua wilayah tersebut, mengingat kawasan itu dianggap sakral oleh warga.

“Gunung Karang itu mahkota masyarakat. Tingkat kesakralannya tinggi, apalagi akses masuknya dari jalur yang kami jaga. Jadi tolong sama-sama menjaga,” imbuhnya.

Ia juga menegaskan, masyarakat tidak mempersoalkan aktivitas wisata yang sudah berjalan seperti di KKP atau area yang sudah memiliki izin. Namun, ia menyayangkan belum adanya sosialisasi menyeluruh kepada warga sebelum video pernyataan sikap tersebut beredar.

“Sekarang alhamdulillah sudah clear sepakat masyarakat. Sudah kami klarifikasi dan semua pihak bisa menerima. Harapan kami, ke depan lebih terbuka komunikasinya,” ucapnya.

Sementara itu, Camat Majasari, Yamin Bunyamin, memastikan kondisi di wilayah tersebut tetap kondusif. Ia mengatakan pihak kecamatan sudah memfasilitasi sosialisasi antara berbagai pihak terkait pengelolaan kawasan hutan dan wisata.

“Kita fasilitasi semua elemen, tokoh masyarakat, petani, hingga alim ulama. Tujuannya agar semua paham bagaimana menjaga dan mengelola kawasan hutan, khususnya di kawasan Pager Batu untuk menjaga kawasan hutan,” kata Yamin.

Ia menegaskan bahwa pelestarian lingkungan dan penghormatan terhadap kearifan lokal harus menjadi prioritas semua pihak.

“Kita ingin tetap kondusif, tidak ada salah paham lagi. Semua punya tanggung jawab menjaga warisan kearifan lokal ini,” tegasnya.

Ia menambahkan, pihaknya menjamin situasi di wilayahnya tetap kondusif agar kejadian serupa tidak terulang di kemudian hari. Ia juga mendorong terjalinnya komunikasi yang lebih baik antar semua pihak.

“Karena menjaga dan melestarikan wilayah itu tanggung jawab kita bersama. Intinya harus kondusif, insyaallah tetap aman,” tandasnya.

Sebelumnya diberitakan, Video deklarasi penolakan kawasan Gunung Karang, Kabupaten Pandeglang dijadikan tempat wisata viral di media sosial (Medsos).

Berdasarkan video yang diperoleh Radarbanten.co.id, sejumlah warga yang tergabung dalam Forum Silaturahmi Musyawarah Warga Gunung Karang dengan tegas menolak segala bentuk aktivitas wisata seperti camping, tracking, hingga gowes di kawasan tersebut.

Editor: Abdul Rozak


Tags: BantenForum Silahturahmi Musyawarahgunung karangkabupaten pandeglangKawasan hutankawasan wisatapager batuPandeglangvideo viralWisata
Plugin Install : Subscribe Push Notification need OneSignal plugin to be installed.
Previous Post

Dewan Ahli ISNU Sarankan Sarjana NU Jangan Terjebak Elitisme

Next Post

Kemendagri Sebut Budi Rustandi Ingin Ambil Alih Pulau yang Masuk Wilayah Kabupaten Serang

Next Post

Kemendagri Sebut Budi Rustandi Ingin Ambil Alih Pulau yang Masuk Wilayah Kabupaten Serang

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Ikuti Kami

Facebook Instagram X-twitter Youtube
Gates of Olympus

Kanal

News

Redaksi

Peluang Usaha

Viral

Inspirasi

Love Story

Olahraga

News Video

Serba Serbi

E-Paper

Tekno

Pedoman Pemberitaan

Indeks

Tutorial

Pilihan Editor

STIA MYB

Ketua Baru STIA MYB Ditarget Bentuk Jurusan Baru

by Ahmad Rizal Ramdhani
Selasa, 4 Agustus 2026 16:10
0

SERANG,RADARBANTEN.CO.ID - Ketua baru Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Maulana Yusuf Banten (STIA MYB) periode 2025-2030 telah resmi dilantik. Ia tak...

Anggota DPRD Tangsel Gus Andi Wibowo

Anggota DPRD Tangsel Gus Andi Wibowo Dikabarkan Meninggal dalam Kecelakaan di Tol Purwakarta

by Syaiful Adha
Selasa, 4 Agustus 2026 16:05
0

KOTA TANGSEL, RADARBANTEN.CO.ID - Kabar duka datang dari DPRD Kota Tangerang Selatan. Anggota DPRD Tangsel, Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB),...

No Result
View All Result
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV

© 2026 RadarBanten.