LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID – Angka kemiskinan di Kabupaten Lebak masih tinggi. Saat ini, warga miskin sebesar 8,44 persen atau 111.710 jiwa dari total penduduk Lebak.
Sementara itu, angka kemiskinan pada tahun 2023 mencapai 8,68 persen.
Pemkab Lebak terus berupaya meningkatkan derajat ekonomi masyarakat melalui berbagai program pro rakyat. Hal tersebut untuk mengurangi angka kemiskinan di Kota Multatuli sebutan Kabupaten Lebak.
Wakil Ketua DPRD Lebak M Agil Zulfikar mengungkapkan, pihaknya berkomitmen untuk menurunkan angka kemiskinan di Kabupaten Lebak. Menurutnya, intervensi kemiskinan bisa dilakukan dengan meningkatkan jaminan pendidikan daerah (JPD), perbaikan infrastruktur layanan kesehatan, infrstruktur jalan maupun ketenagakerjaan.
“Perlu juga pemberdayaan ekonomi informal sebagai potensi jaring pengaman. Ini perlu kami sampaikan komitmen kami dalam menjawab persoalan kemiskinan di Kabupaten Lebak. Kita rumuskan kebijakan yang lebih baik dan menyejahterakan masyarakat Lebak,” kata politisi Gerindra ini, Minggu 3 Agustus 2025.
Karena itu, Agil akan terus mendorong program-progran tersebut dilaksanakan tahun depan, sehingga semakin banyak masyarakat yang terbantu dan otomatis jumlah angka kemiskinan di Lebak berkurang.
“Dengan semangat kolaborasi untuk mengentaskan kemiskinan, kita dorong dari sisi anggaran. Meskipun anggaran yang dimiliki Pemkab terbatas. Karenanya, kita akan dorong anggaran prioritas untuk membantu masyarakat, seperti perbaikan RTLH dan penguatan ekonomi masyarakat,” katanya.
Editor: Mastur Huda











