CILEGON, RADARBANTEN.CO.ID – Wali Kota Cilegon, Robinsar, menanggapi kritik sejumlah anggota DPRD yang menilai pembahasan Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) 2026 terkesan terburu-buru.
Ia menegaskan, langkah tersebut justru dilakukan untuk mengejar ketertinggalan jadwal.
“Enggak kita telat, harusnya telat ini. Makanya didahulukan, maksudnya bahwa KUA-PPAS sudah mulai, bahwa nanti ada masukan disampaikan di rapat gabungan,” ujar Robinsar usai Rapat Paripurna rancangan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) pada Rapat Paripurna DPRD Cilegon di Ruang Rapat Paripurna DPRD Cilegon pada Kamis 14 Agustus 2025.
Robinsar menjelaskan, tahapan pembahasan KUA-PPAS memang sudah melewati jadwal yang ideal.
Karena itu, Pemkot Cilegon memutuskan untuk memulai pembahasan lebih awal agar target penyusunan APBD 2026 dapat tercapai tepat waktu.
“Kalau dari provinsi tinggal dikonfirmasi di tanggal 19, sehabis itu clear, jadi memang sudah telat,” katanya.
Menurutnya, mekanisme pembahasan tetap terbuka terhadap masukan dari DPRD, termasuk catatan-catatan yang berkaitan dengan evaluasi APBD Perubahan 2025 dari Pemerintah Provinsi Banten.
“Nanti masukan itu akan dibahas di rapat gabungan, sehingga tetap bisa terakomodasi dalam penyusunan kebijakan anggaran,” tambahnya.
Dengan percepatan ini, Robinsar optimistis proses pembahasan KUA-PPAS 2026 dapat selesai sesuai batas waktu yang ditetapkan peraturan, sehingga tidak menghambat siklus penganggaran tahun depan.
Reporter: Adam Fadillah
Editor: Aditya











