CILEGON, RADARBANTEN.CO.ID – Wali Kota Cilegon Robinsar menilai kondisi trotoar di sepanjang jalan protokol Kota Cilegon saat ini sudah memerlukan penanganan serius. Bahkan, ia menyebut sekitar 70 persen trotoar yang ada sudah tidak layak digunakan oleh pejalan kaki.
Menurut Robinsar, revitalisasi trotoar menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah untuk mengembalikan fungsi fasilitas publik. “Kalau kita lihat kondisi trotoar di Cilegon ini bisa dikatakan 70 persen sudah tidak layak dilalui pejalan kaki. Untuk memberikan hak kepada semua, baik pengendara motor maupun pejalan kaki, yang memang harus difasilitasi,” katanya, Senin 8 Juni 2026.
Ia mengungkapkan, Pemkot Cilegon memiliki rencana besar untuk memperbaiki trotoar di sepanjang Jalan Protokol secara bertahap. Penataan tersebut direncanakan dimulai dari kawasan Landmark hingga Cilegon Timur.
“Insyaallah ada wacana kita dari protokol ujung Landmark sampai Cilegon Timur akan kita perbaiki trotoarnya. Tapi pengerjaannya bertahap sesuai dengan ketersediaan anggaran agar semuanya bisa terbagi rata,” ujarnya.
Untuk tahap awal pada tahun ini, revitalisasi akan difokuskan pada ruas trotoar dari kawasan Scofindo hingga Hotel Sukma. Kawasan tersebut dipilih karena menjadi salah satu titik strategis di pusat kota yang saat ini tengah dilakukan penataan.
“Tahun ini insyaallah trotoar yang akan dibereskan dari Scofindo sampai dengan Hotel Sukma. Itu akan kita revitalisasi supaya lebih tertib, lebih rapi, dan lebih nyaman,” tuturnya. Robinsar menjelaskan, konsep revitalisasi yang disiapkan mengusung desain modern dengan mengutamakan aspek keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan.
Material trotoar akan diganti menggunakan batu alam yang dinilai lebih aman dan memiliki nilai estetika lebih baik. “Konsepnya nanti lebih modern. Yang pasti trotoarnya, lantainya kita ganti dengan batu alam agar lebih safety dan nyaman,” jelasnya.
Selain itu, pemerintah juga akan menambah ruang hijau dengan menanam pepohonan berukuran besar di sepanjang jalur pedestrian. Pohon-pohon tersebut direncanakan ditanam dengan jarak sekitar 20 meter untuk menciptakan suasana yang lebih teduh.
“Kita kasih pepohonan agar lebih rindang. Pohon tinggi dan besar per 20 meter supaya tidak terlalu panas dan tidak gersang,” katanya.
Robinsar menambahkan, pemilihan ruas Scofindo hingga Hotel Sukma juga mempertimbangkan keberadaan Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) yang saat ini telah direvitalisasi pada tahap pertama. “Kenapa titik tersebut? Karena JPO-nya juga sudah direvitalisasi. Baru tahap pertama, nanti tahap kedua untuk finishing juga ada. Jadi biar JPO-nya bagus, trotoarnya juga bagus,” ungkapnya.
Editor : Rostinah








