SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Alumni SMAN 1 Serang dari angkatan 1965 hingga 1990 menggelar reuni di Kebon Kubil, Cipocok Jaya, Kota Serang, pada Sabtu, 30 Agustus 2025. Acara yang dimulai pukul 09.00 WIB itu diikuti sekitar 700 alumni yang kini berusia 50 hingga 80 tahun.
Reuni tersebut menjadi ajang bernostalgia sekaligus mempererat kembali ikatan kekeluargaan. Suasana hangat penuh keakraban terasa sepanjang acara. Meski usia tak lagi muda, momen pertemuan itu membangkitkan kembali memori masa remaja berseragam putih abu-abu. Saling sapa, canda tawa, hingga obrolan masa lalu mewarnai suasana. Tak sedikit yang mengabadikan momen keharuan tersebut lewat ponsel, termasuk berswafoto bersama.
Rangkaian kegiatan dimulai dengan foto bersama tiap angkatan, lalu dilanjutkan seremoni pembukaan. Acara dibuka dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, sambutan Ketua Panitia Ade Muchlas Syarif, sambutan perwakilan angkatan 1965 (Memet), doa bersama, serta penyerahan sertifikat kepada perwakilan tiap angkatan.
Sebagai penutup, reuni semakin meriah dengan pentas seni dan persembahan lagu dari berbagai angkatan, ditambah pembagian doorprize. Lagu-lagu kenangan yang populer di masa muda mereka pun ikut dinyanyikan bersama.
Ketua pelaksana, Ade Muchlas Syarif, mengatakan reuni ini menjadi wadah untuk merajut kebersamaan dan memperkuat silaturahmi lintas angkatan. Ada 27 angkatan.
“Selama ini belum pernah ada pertemuan yang benar-benar mengakrabkan alumni lintas angkatan dalam satu forum. Mudah-mudahan dari pertemuan ini muncul gagasan yang menyatukan alumni dan memberi manfaat bagi SMAN 1 Serang ke depan. Banyak alumni yang kini tinggal di kota besar, bahkan menjadi orang-orang penting, dan bisa ikut mendukung pembangunan Kota Serang,” ujar alumni angkatan 1974 ini
Ade menambahkan, tahun ini reuni dipimpin oleh alumni angkatan 1974, dengan motor penggerak dari angkatan 1979–1982. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada pemilik Kebon Kubil yang merupakan alumni angkatan 1972.
“Reuni akan terus berlanjut. Untuk tiga tahun mendatang, pelaksana kegiatan adalah angkatan 1984,” tambah pria yang tahun ini berusia 69 tahun.
Ahmad Mukhlis Yusuf, alumni angkatan 1985, mengaku bersyukur bisa bertemu kembali dengan sahabat seangkatan, para senior, dan adik kelas. Menurutnya, reuni ini bukan sekadar temu kangen, melainkan juga sarana menyambungkan kembali nilai-nilai lama yang pernah dipelajari di sekolah.
Semasa sekolah, lanjut dia, kakak kelasnya ada yang menjadi inspirator dalam mengejar cita-cita.
“Salah satu inspirator kami dulu adalah Ahmad Gaozi, lulusan 1982 yang berhasil masuk Teknik Elektro ITB lewat Sipenmaru. Walau saya tak pernah bertemu langsung, cerita tentang beliau memberi inspirasi besar bagi kami, bahwa anak daerah pun bisa meraih cita-cita tinggi dengan kerja keras,” kenangnya.
Pria kelahiran tahun 1967 ini menambahkan, reuni ini penting bukan hanya untuk bernostalgia, tetapi juga untuk saling menyemangati antaralumni lintas generasi.
“Setelah 30–40 tahun tidak bertemu, hari ini sebagian dari kita bisa berkumpul kembali. Mari lanjutkan paguyuban ini, saling menyemangati teman dan adik-adik kelas. Ini penting sebagai bekal kehidupan, karena yang paling abadi adalah kebersamaan, kearifan, dan persiapan kita menghadapi Sang Pencipta. Kita belajar dari sahabat dan orang tua kita, bahwa hidup ini sebaiknya dijalani bersama, termasuk dalam lingkungan alumni SMAN 1 Serang,” pungkasnya.
Editor: Aas Arbi

