SERANG, RADARBANTEN.CO.ID- Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Banten Eli Susiyanti memastikan jika produk olahan udang asal Provinsi Banten bebas dari radioaktif.
Hal ini dipastikan pasca pihaknya melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah produk olahan udang milik PT Bahari Makmur Sejati (BMS Foods). Eli mengungkapkan, hasil menunjukan jika radioaktif itu bukan berasal dari udang-udang hasil olahan, namun dari polusi lingkungan sekitar.
Ia memastikan bahwa produk olahan ikan, khususnya udang hasil budidaya dari Banten dalam kaulitas yang bagus, dan sangat aman untuk dikonsumsi.
“Sudah dicek proses produksi, asal udangnya, dan dua-duanya clear, tidak ada radioaktif. Tapi terindikasi dalam pabrik, itu dari blower. Produknya ga masalah,” ujarnya, Kamis 4 September 2025.
PT BMS sendiri diketahui sudah beroperasi dan menggeluti bidang ekspor olahan ikan sejak tahun 2010 lalu, perusahaan ini menjadikan AS sebagai pasar utamanya. 95 persen produk olahan yang didapatkan dari penambak udang di Kabupaten Pandeglang dan Lampung pun rutin diekspor ke negara itu. Dan temuan radioaktif ini jadi kasus pertama.
Eli menyebut, selama beroperasi PT BMS dilaporkan menjadi perusahaan yang patuh terhadap regulasi, bahkan perusahaan ekspor olahan ikan terbesar ketiga nasional ini juga aktif dalam membina para pembudidaya udang didaerah. Meskipun dengan reputasi positif itu, pemerintah tetap melakukan pemeriksaan mendalam pada kasus ini.
Sebab, kasus paparan radioaktif ini dinilai akan berpengaruh kepada nilai produksi ekspor olahan ikan di Banten, atau bahkan untuk skala nasional. Hal ini tentu tidak bisa dibiarkan, karena akan berdampak juga bagi kesejahteraan para pembudidaya olahan ikan maupun karyawan dari pabrik PT BMS itu.
“Makanya kami minta kepada pihak terkait untuk segera melakukan audit lingkungan dan perbaikan, karena saat ini ada 3000 karyawan di pabrik tersebut yang dirumahkan dampak dari kasus ini,” tuturnya.
Editor: Abdul Rozak











