PANDEGLANG,RADARBANTEN.CO.ID–Harga emas perhiasan di Pasar Pandeglang, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten, mengalami kenaikan dalam dua pekan terakhir.
Kenaikan tersebut mulai terasa sejak akhir Agustus hingga awal September 2025.
Salah satu pemilik toko emas di Pasar Pandeglang, Azis Fauzi, mengatakan kenaikan emas bukan fenomena baru karena sudah terjadi dalam beberapa bulan terakhir.
Faktor utama penyebabnya dipengaruhi kondisi global, terutama nilai tukar dolar yang ikut naik.
“Memang sedang ada kenaikan emas, tapi bukan hal baru. Beberapa bulan terakhir juga naik signifikan. Dolar yang tadinya Rp16.100 sekarang jadi Rp16.500, itu sangat berpengaruh,” katanya, Kamis 11 September 2025.
Menurut Azis, kenaikan paling terasa pada emas 24 karat. Dalam sepekan terakhir, harga emas jenis itu melonjak sekitar Rp100 ribu per gram.
Sementara untuk emas logam mulia, kenaikannya lebih tinggi, mencapai Rp150 ribu hingga Rp200 ribu.
“Untuk emas 24 karat, dalam 7-10 hari terakhir naik Rp100 ribu. Kalau logam bisa sampai Rp200 ribu. Tapi meski naik, pembeli tetap banyak. Justru saat harga naik, orang biasanya buru-buru beli,” ujarnya.
Ia menjelaskan, sebelum naik, harga emas pada Agustus masih di kisaran Rp1,7 juta per gram. Kini, setelah kenaikan bertahap, harganya tembus Rp1,8 juta per gram.
Azis menyebut, mayoritas pembeli emas 24 karat dan logam mulia menjadikannya sebagai investasi. Sementara emas perhiasan biasa lebih sering dibeli untuk kebutuhan aksesori.
“Kalau 24 karat atau logam itu memang buat investasi. Kalau perhiasan biasa, lebih ke aksesori, meski bisa juga jadi tabungan,” jelasnya.
Meski kenaikan harga terjadi, Azis berharap harga emas bisa segera stabil agar tidak merugikan konsumen maupun pedagang.
“Harapan kami harga cepat stabil. Kalau turun lagi, kasihan pembeli yang sempat beli di harga tinggi. Jadi kita juga hati-hati menaikkan harga supaya tidak terlalu membebani,” pungkasnya.
Reporter: Moch Madani Prasetia
Editor: Agung S Pambudi











