CILEGON, RADARBANTEN.CO.ID – PHK tak selalu menjadi akhir. Bagi puluhan mantan karyawan PT MC PET Film Indonesia, justru ini menjadi titik balik untuk bangkit. Melalui kolaborasi dengan Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Kota Cilegon, mereka dibekali pelatihan wirausaha untuk menata masa depan pasca kerja.
Pelatihan bertajuk “Membangun Mental dan Kesiapan Berwirausaha Pasca Kerja” ini digelar pada Selasa, 16 September 2025 di Ballroom Grenotel Cilegon, dan menjadi bagian dari upaya nyata dunia usaha dalam memberikan perhatian bagi karyawan yang terdampak pemutusan hubungan kerja (PHK).
Ketua Apindo Kota Cilegon, Najib Hanafi, menyampaikan bahwa aspek mental menjadi fokus utama dalam pelatihan ini.
“Biasanya kalau orang kehilangan pekerjaan, yang kena duluan adalah mental. Mereka merasa tidak berdaya. Makanya, pembekalan utama yang kita berikan adalah penguatan mental pasca kerja,” kata Najib usai kegiatan.
Tak berhenti di situ, peserta juga diberikan arahan soal peluang usaha berbasis teknologi yang kini mulai berkembang pesat, termasuk sistem bisnis affiliator yang mulai banyak diadopsi di berbagai industri.
“Kita bangun juga bagaimana teman-teman yang berminat berwirausaha punya kesiapan. Model bisnis sekarang sudah berbeda, makanya kita kenalkan juga sistem affiliator agar mereka bisa adaptif,” terangnya.
Najib berharap kegiatan ini menjadi inspirasi bagi dunia industri di Cilegon agar memperhatikan pekerja, tak hanya saat aktif bekerja, tapi juga setelah hubungan kerja berakhir.
“Cilegon mendapat apresiasi karena bisa menjadi percontohan bagaimana dunia usaha memperhatikan pekerja pasca kerja,” ujarnya.
Komitmen serupa juga disampaikan pihak perusahaan. Manajer Seksi Administrasi PT MC PET Film Indonesia, Dida Faluda, menegaskan bahwa meski hubungan kerja telah berakhir, perhatian kepada mantan karyawan tetap diberikan.
“Mereka pernah menjadi bagian dari keluarga besar perusahaan. Kami ingin tetap memberikan dukungan agar mereka bisa melanjutkan hidup dengan layak,” jelas Dida.
Dari total 95 pekerja yang terdampak PHK, sebanyak 66 orang telah mengikuti dua gelombang pelatihan. Sementara sisanya, menurut Dida, ada yang sudah bekerja di divisi lain, pindah ke luar kota, atau mendapatkan pekerjaan baru.
Editor : Merwanda

