SERANG,RADARBANTEN.CO.ID- Balai Besar Wilayah Sungai Cidanau, Ciujung, Cidanau (BBWSC3) melakukan pemasangan Erly Warnging System (EWS) dan mengurangi tampungan di bendungan.
Hal itu dilakukan guna Guna mengantisipasi terjadinya bencana hydrometrologi saat memasuki musim hujan.
Kepala BBWSC3, Dedi Yudha Lesmana mengatakan, telah menyiapkan langkah-langkah untuk mengantisipasi terjadinya bencana banjir saat memasuki musim hujan.
Diantaranya ialah dengan menyiapkan infrastruktur untuk mengantisipasi terjadinya banjir.
“Seperti dengan mengurangi tampungan-tampungan yang ada di bendungan kita, baik bendungan Karian maupun Sindangheula,” ujarnya, Minggu 9 November 2025.
Ini dilakukan agar nantinya bendungan mampu menampung volume air yang besar karena biasanya debit air hujan dengan intensitas tinggi yang akan berdampak ke sungai yang ada di bawahnya.
“Jadi beberapa bendungan kita di Sindangheula dan bendungan Karian sudah kita mulai kurangi penampungannya dalam rangka persiapan menampung jumlah debit yang diakibatkan oleh tingginya curah hujan yang akan berdampak ke sungai Cibanteng dan Ciujung,” ujarnya.
Tak hanya itu, pihaknya juga melakukan perbaikan-perbaikan terhadap infrastruktur, mulai dari tanggul sungai yang kondisinya sudah kritis.
“Dengan didahului melakukan susur sungai atau work through di sungai-sungai yang ada memang di Provinsi Banten. Ini untuk mengetahui titik-titik kritis di lokasi-lokasi yang berpotensi terjadinya luapan apabila ada aliran saat musim hujan,” ujarnya.
Tak sampai disitu, pihaknya juga telah menyiapkan alat-alat untuk mengantisipasi sekaligus menangani apabila terjadi banjir, seperti exscavator, mobile pump, pompa Alcon, dumptruck, kemudian excavator amphibius.
“Kita juga siapkan kawat Bronjong untuk memperbaiki tanggul yang rusak. Kami sudah berkoordinasi dengan instansi-instansi terkait seperti BPBD, kemudian BMKG, dan Dinas Dinas PU Provinsi maupun kabupaten kota dan melaksanakan apel siaga banjir,” ujarnya.
Berdasarkan hasil koordinasi tersebut, curah hujan tinggi akan terjadi pada bulan November hingga bulan Februari sehingga langkah antisipasi ini penting dilakukan.
“Mudah-mudahan apa yang sudah kita lakukan dapat berjalan dengan lancar dan tentunya bisa mengantisipasi potensi banjir akibat musim hujan,” tegasnya.
Lebih lanjut, pihaknya juga telah memasang alat EWS di wilayah-wilayah yang rawan banjir sehingga apabila ada peningkatan volume air di hulu bisa diberikan peringatan dini.
“Kami ada command center untuk EWS yang baru dipasang di dua sungai, yakni Cibanteng dan Ciujung. Kalau ada potensi banjir karena curah hujan tinggi, akan ada peringatan dini berupa sirine yang dikendalikan dari ruang kontrol,” pungkasnya.
Editor: Bayu Mulyana











