CILEGON, RADARBANTEN.CO.ID – Tingkat pengangguran di Cilegon mengalami peningkatan signifikan pada Agustus 2025.
Berdasarkan data terbaru Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Banten, angka Pengangguran Terbuka (TPT) di Cilegon mencapai 7,41 persen, naik dari 6,08 persen pada periode yang sama tahun 2024.
Capaian tersebut menempatkan pengangguran di Cilegon di atas rata-rata provinsi yang tercatat 6,69 persen, serta menjadi salah satu daerah dengan peningkatan TPT tertinggi di Banten.
Sementara itu, TPT tertinggi tercatat di Kabupaten Pandeglang sebesar 8,80 persen, dan yang terendah di Kota Tangerang Selatan sebesar 4,13 persen.
Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Cilegon, Panca Nugrahestianto Widodo, saat dikonfirmasi Radar Banten, Senin 10 November 2025, membenarkan adanya kenaikan angka pengangguran di Cilegon tersebut.
Ia menjelaskan, faktor utama yang mempengaruhi peningkatan TPT adalah bertambahnya jumlah angkatan kerja dan minimnya rekrutmen tenaga kerja baru di sektor industri.
“Soal pengangguran bukan hanya Disnaker , terutama perekrutan diperusahaan dibandingkan tahun kemarin jauh,” kata Panca.
Menurutnya, meskipun Pemerintah Kota Cilegon telah berupaya melalui berbagai program pelatihan dan penempatan kerja, peningkatan jumlah pencari kerja baru membuat angka pengangguran sulit ditekan.
“Namun kita kan sudah berusaha semaksimal mungkin, akan tetapi kalo tidak ada rekrutmen yang banyak repot juga,” ujarnya.
Panca juga menyoroti pentingnya validasi data tenaga kerja yang bekerja di sektor informal, terutama pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Ia menilai, ada kemungkinan sebagian tenaga kerja sektor tersebut belum sepenuhnya terdata oleh BPS.
“Cuma memang dari BPS apakah yang dari UMKM sudah terdata, atau belum itu yang harus dipertanyakan,” tambahnya.
Editor Daru Pamungkas

