PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Kondisi Jembatan Cadasari atau Jembatan Cibulakan di ruas Pandeglang–Serang kini tengah diperbaiki setelah ditemukan kerusakan parah. Struktur jembatan disebut sudah lapuk, retak, hingga membahayakan pengguna jalan.
Kontraktor pelaksana memastikan proses perbaikan tidak akan memakan waktu lama. Mereka menegaskan pekerjaan tetap mengutamakan kualitas serta keamanan konstruksi demi kelancaran mobilitas masyarakat.
Humas kontraktor CV Tama Karya Selaras, Asep Sunandar mengatakan, pekerjaan per sisi jembatan diperkirakan membutuhkan waktu maksimal dua minggu. Dengan dua sisi yang dikerjakan bergantian, total waktu pengerjaan ditargetkan selesai dalam kurun satu bulan.
“Estimasi satu sisi itu dua minggu, dua minggu. Jadi kanan-kiri maksimal satu bulan. Secara kontrak sampai akhir Desember, tapi kami upayakan sebelum Natal dan Tahun Baru sudah open traffic,” kata Asep, Minggu 16 November 2025.
Asep menjelaskan percepatan pengerjaan dilakukan untuk mengantisipasi lonjakan kendaraan saat libur Natal dan Tahun Baru (Nataru), mengingat jalur tersebut merupakan akses utama yang sangat padat.
“Karena ini hajat orang banyak dan trafiknya sangat padat, kami percepat semaksimal mungkin. Kalau bisa lebih cepat dari estimasi, lebih baik,” ujarnya.
Menurut Asep, kondisi jembatan sebelum diperbaiki sudah mengalami penurunan struktur. Fondasi lapuk, retak, dan patah, membuat permukaan jalan sering amblas meski telah berulang kali ditambal.
“Existing-nya sudah ada penurunan. Lapuk, retak-retak, patahan. Ditambal pun tetap amblas. Ini sudah membahayakan masyarakat,” jelasnya.
Dalam pelaksanaan, arus kendaraan diatur dengan sistem buka-tutup karena jalur tersebut tidak memiliki alternatif yang dapat dilalui kendaraan besar.
“Enggak ada arus lain, alternatif pun tidak bisa dilalui kendaraan besar. Jadi kami terapkan sistem buka-tutup sebelah-sebelah. Ini akses satu-satunya, jadi harus tetap memperhatikan aktivitas masyarakat,” katanya.
Asep juga mengimbau pengguna jalan agar berhati-hati, terutama pengendara motor, karena kondisi lokasi rawan licin dan dipenuhi aktivitas alat berat.
“Harap hati-hati, jangan menyalip sembarangan. Kadang ada yang melihat ke bawah jembatan, itu membahayakan,” tegasnya.
Editor: Mastur Huda












