LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak mulai menyiapkan rencana besar untuk menata wajah Kota Rangkasbitung.
Penataan tahap awal fokus pada pembangunan kawasan Jalan Sunan Kalijaga sebagai pusat kuliner dan rekreasi. Program ini direncanakan mulai berjalan pada 2026.
Asisten Daerah (Asda) II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Kabupaten Lebak, Ajis memastikan aktivitas kuliner malam nantinya tidak mengganggu arus lalu lintas di kawasan tersebut.
Aktivitas pedagang, lanjut Ajis, akan berjalan pukul 16.00 hingga 24.00 WIB. Pada siang hari, kawasan beralih fungsi menjadi area rekreasi dan ruang berkumpul masyarakat.
“Sementara running eksisting para pedagang kuliner, operasionalnya pukul 16.00 sampai 24.00 WIB,” ujarnya saat dihubungi RADARABANTEN.CO.ID, Jumat 21 November 2025.
Ajis menegaskan pihaknya menyusun pola tersebut agar fungsi jalan tetap berjalan optimal. Pemerintah memastikan konsep itu tidak menghambat mobilitas warga, termasuk kendaraan yang melintas di ruas utama tersebut.
“Itu kan ruas jalan provinsi. Mudah-mudahan penataan kawasan Kalijaga bisa dilaksanakan Provinsi tahun 2026,” jelasnya.
Ia menambahkan, konsep kawasan akan meniru suasana Malioboro di Yogyakarta. Pemkab ingin menghadirkan ruang publik yang estetik, nyaman, serta penuh aktivitas ekonomi kreatif.
“Mudah-mudahan tidak ada hambatan, agar bisa dimulai bersama Pemprov pada 2026,” katanya.
Rencana ini mendapat beragam respons dari warga. Chandra, warga Rangkasbitung, menilai pembangunan tersebut sangat positif.
Namun ia meminta pemerintah menyiapkan alur kendaraan dengan matang agar tidak menimbulkan kemacetan saat kawasan mulai padat pengunjung.
“Simulasi dan kajian teknis perlu dilakukan sebelum pembangunan. Penataan yang baik dapat menjadikan kawasan Kalijaga ikon baru yang membanggakan bagi masyarakat Lebak,” pungkasnya.
Editor: Abdul Rozak

