TANGERANG – Tim dance SMAN 7 Tangerang Selatan kembali mencuri perhatian di Azarine DBL Dance Competition 2025 dengan penampilan penuh warna yang menggabungkan karakter Popstar dan Barbie.
Dalam wawancara bersama tiga anggota tim—Able, Asya, dan Rafa—mereka membagikan cerita mendalam tentang konsep kreatif yang mereka usung.
Menurut mereka, tema Popstar dan Barbie bukan hanya visual semata, tetapi juga membawa pesan kuat tentang pencarian jati diri di kalangan anak muda.
“Di Azarine DBL Dance Competition ini, kami membawakan tema popstar dan Barbie. Jadi Shine Like a Star. Dari Barbie yang pengen jadi princess, dan princess pengen jadi Barbie. Jadi dua karakter itu mau jadi satu sama lain,” jelas Asya.
Mereka menggambarkan bagaimana kedua karakter itu saling mencari identitas. Konsep ini sengaja diangkat karena relevan dengan perjalanan remaja masa kini yang kerap berpindah dari satu fase ke fase lain untuk menemukan diri mereka sebenarnya.
“Anak muda kan lagi nyari jati diri. Dari sisi A tiba-tiba ke sisi B, berubah banget. Nah, kita mau bawain itu. Kita try hard supaya tema yang kita bawa itu bisa masuk dan dipahami penonton,” tambah Able.
Ketika ditanya tentang kepercayaan diri mereka menembus babak final, Asya menjawab tanpa ragu:
“Pede 1000%! Karena kita sudah berusaha sejauh ini untuk menjadi seorang star. Meskipun kita membuat kesalahan kecil, tapi itu bisa jadi pencapaian besar.”
Persiapan tim dance SMAN 7 tidak main-main. Mereka mematangkan konsep, gerakan, hingga ekspresi selama 4 sampai 5 bulan sebelum tampil di panggung DBL.
“Kita latihan dan persiapan sekitar 4 atau 5 bulan,” ujar Rafa.
Dengan persiapan panjang, konsep kuat, dan kepercayaan diri yang tinggi, tim dance SMAN 7 Tangerang Selatan siap menjadi salah satu kandidat kuat yang mampu bersinar di Azarine DBL Dance Competition 2025.
Penampilan mereka bukan hanya hiburan, tetapi juga cerminan perjalanan emosional remaja yang mencari siapa diri mereka sebenarnya.
Editor Daru

