LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID – Pemerintah Kabupaten Lebak menargetkan peresmian Agrowisata Cikapek pada awal 2026. Kawasan ini disiapkan sebagai destinasi wisata baru berbasis pertanian dan budaya lokal.
Proyek pembangunan agrowisata ini telah berjalan selama dua tahun. Saat ini, progres pengerjaan telah mencapai 95 persen.
Agrowisata Cikapek berdiri di atas lahan seluas 52 hektare. Lokasinya berada di Desa Lebak Parahiyang, Kecamatan Leuwidamar.
Lokasi ini berada di jalur menuju Desa Kanekes Baduy. Pemerintah menargetkan kawasan ini menjadi gerbang wisata baru sebelum menuju Baduy.
Kepala Bidang Destinasi Dinas Pariwisata Kabupaten Lebak menyebut pembangunan tinggal tahap penyelesaian akhir.
“Cikapek sudah 95 persen. Saat ini tinggal tahap finishing,” ujarnya, Senin, 8 Desember 2025.
Pemerintah daerah telah menyiapkan berbagai fasilitas dasar. Fasilitas itu meliputi area parkir, gedung kuliner, jalan inspeksi, toilet, gerbang utama, drainase, dan taman.
Selain itu, pengelola juga merampungkan fasilitas penunjang. Fasilitas ini mencakup camping ground, green house, trekking trail, dan area homestay.
Kawasan ini mengusung konsep agrowisata terintegrasi. Pengunjung dapat menikmati wisata alam, pertanian, peternakan, hingga ekonomi kreatif.
Wisatawan juga dapat mengikuti edukasi pertanian. Selain itu, pengunjung dapat merasakan pengalaman budaya lokal.
Pemerintah memprediksi Agrowisata Cikapek akan membuka banyak lapangan kerja. Penyerapan tenaga kerja diperkirakan mencapai 100 hingga 400 orang.
Tenaga kerja tersebut berasal dari sektor pertanian, pariwisata, kuliner, dan ekonomi kreatif.
Agrowisata Cikapek diproyeksikan menjadi wisata ramah lingkungan. Konsep hijau dinilai cocok untuk wisata keluarga dan edukasi.
Jika sesuai rencana, Pemkab Lebak akan meresmikan kawasan ini pada Januari atau Februari 2026.
Pemerintah menilai Agrowisata Cikapek sebagai bukti komitmen daerah dalam mendorong pariwisata dan ekonomi berbasis masyarakat.
Editor: Aas Arbi











