LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID – Real Madrid harus gigit jari setelah tumbang 0–2 dari Celta Vigo di Santiago Bernabéu, Senin dini hari 8 November 2025. Hasil ini menjadi kekalahan kandang pertama Los Blancos musim ini, sekaligus pukulan telak bagi ambisi mereka mengejar puncak klasemen La Liga.
Meski tampil dominan sepanjang laga, Madrid gagal membongkar pertahanan rapat Celta Vigo. Situasi makin sulit setelah dua pemain mereka, Fran García dan Álvaro Carreras, diganjar kartu merah, memaksa tuan rumah menyelesaikan pertandingan hanya dengan sembilan pemain.
Celta Vigo mencetak gol pembuka lewat aksi brilian Williot Swedberg yang melakukan back-heel finishing pada menit ke-53. Penyerang muda itu kembali menambah luka Madrid dengan gol kedua di masa injury time.
Madrid sebenarnya mencatatkan banyak peluang emas melalui Jude Bellingham, Vinícius Jr., hingga Arda Güler. Namun buruknya penyelesaian akhir dan menurunnya disiplin permainan berujung pada hasil mengecewakan.
Bagi Xabi Alonso, kekalahan ini menjadi alarm penting. Performa Madrid di babak kedua terlihat jauh dari standar yang diharapkan, terutama setelah perubahan formasi dan insiden kartu merah membuat ritme tim berantakan. Tekanan pun meningkat terhadap sang pelatih untuk segera menemukan solusi konsistensi permainan.
Sebaliknya, kemenangan ini menjadi pencapaian berharga bagi Celta Vigo. Dengan disiplin bertahan dan memanfaatkan celah kecil yang dimiliki lawan, mereka menunjukkan bahwa klub non-unggulan pun mampu menciptakan kejutan besar.
Kekalahan dari Celta Vigo bukan sekadar kehilangan tiga poin bagi Madrid, tetapi juga sinyal bahaya terhadap ambisi meraih gelar domestik maupun bersaing di kompetisi Eropa. Dominasi kandang yang selama ini menjadi kekuatan utama kini tercoreng, dan Los Blancos perlu bangkit cepat sebelum tekanan semakin besar.***












