PANDEGLANG,RADARBANTEN.CO.ID– Kepala Bidang Perdagangan pada Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, Perdagangan dan Perindustrian (DKUPP) Pandeglang, Al Anshar Nur, menegaskan pihaknya memperketat pengawasan jalur distribusi pangan untuk mencegah kelangkaan dan lonjakan harga menjelang Natal dan Tahun Baru 2025.
Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi kelangkaan dan lonjakan harga bahan pokok selama perayaan hari besar tersebut.
“Dengan upaya pemantauan itu, salah satu tujuan kami adalah memastikan tidak ada penimbunan dan kelangkaan barang, karena kami memiliki tim Satgas Pangan,” kata Al Anshar Nur biasa dipanggil Arlan, Sabtu 13 Desember 2025.
Al Anshar menjelaskan, Satgas Pangan terdiri dari berbagai institusi, termasuk aparat penegak hukum. Menjelang Nataru, tim biasanya melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke pasar-pasar besar.
“Kalau sampai saat ini, kami belum menerima arahan dari pimpinan terkait agenda sidak ke pasar untuk mengecek adanya penimbunan atau tidak,” jelasnya.
Ia menambahkan, pihaknya terus melakukan monitoring dan evaluasi (monev) untuk menekan fluktuasi harga sekaligus memastikan ketersediaan pangan. Hasil pemantauan ini menjadi dasar bagi Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dalam merumuskan kebijakan.
“Data hasil pantauan kami serahkan ke TPID. TPID kemudian menentukan langkah kebijakan. Misalnya, jika terjadi kenaikan harga, mereka bisa melakukan operasi pasar (OP). OP ini bukan membagikan barang gratis, melainkan menjual barang bersubsidi untuk menstabilkan harga,” ujarnya.
Al Anshar menegaskan, operasi pasar hanya merupakan solusi jangka pendek.
“Harapannya, TPID dapat merumuskan kebijakan jangka menengah agar inflasi tetap terkendali. Terlalu rendah atau terlalu tinggi sama-sama tidak ideal,” tuturnya.
Terkait imbauan ke masyarakat, DKUPP lebih fokus pada pedagang.
“Kami biasanya meminta bantuan UPT Pasar untuk memberikan himbauan agar pedagang tidak melakukan penimbunan, khususnya untuk barang kebutuhan pokok,” pungkasnya.
Reporter: Moch Madani Prasetia
Editor: Agung S Pambudi

