LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID – Insiden nyaris tenggelam terjadi di Pantai Ciantir, Desa Sawarna, Kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak.
Rombongan wisatawan asal Bogor hampir terbawa arus ombak saat memaksakan diri berenang pada pagi hari, Sabtu 13 Desember 2025.
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 06.00 WIB, ketika kondisi ombak Pantai Ciantir sedang deras. Sejumlah wisatawan tetap beraktivitas di area pantai meski masuk zona berbahaya.
Ketua Badan Penyelamat Wisata Tirta (Balawista) Lebak, Erwin Komara Sukma, mengatakan bahwa kejadian bermula saat 10 orang wisatawan bermain air dan berenang bersama di kawasan yang rawan arus balik.
“Sekitar pukul 06.00 WIB, 10 orang di antara teman lainnya beraktivitas di pantai dan bermain air berenang bersama di area berbahaya,” kata Erwin kepada RADARBANTEN.CO.ID, dihubungi melalui telepon, Minggu 14 Desember 2025.
Ia menjelaskan, dua orang wisatawan tiba-tiba terseret arus tanpa disadari rombongan lainnya. “Tanpa sadar sekitar 15 menit kemudian Fajri (16) terbawa arus kemudian Fahri (18) mencoba untuk menyelamatkan namun ikut terbawa ke tengah,” jelasnya.
Upaya penyelamatan spontan justru memperparah situasi. “Kemudian teman lainnya nyaris terbawa, yakni Aris dan Jamal ikut mencoba menyelamatkan, namun semuanya ikut terbawa juga,” lanjut Erwin.
Melihat kondisi tersebut, warga sekitar bersama petugas Balawista segera melakukan pertolongan. “Tiga orang di antaranya Fajri, Aris, Jamal bisa menyelamatkan diri. Warga lokal pun ikut menyelamatkan sehingga Fahri dapat terselamatkan,” pungkasnya.
Seluruh korban berhasil diselamatkan dan hanya mengalami luka ringan. Setelah kejadian, para wisatawan langsung mendapatkan perawatan medis di salah satu pusat kesehatan di kawasan Sawarna.
Balawista Lebak kembali mengimbau wisatawan agar mematuhi rambu peringatan dan tidak memaksakan berenang, terutama saat kondisi ombak tinggi dan arus laut berbahaya.
Editor Daru











