SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Polda Banten mengerahkan ribuan personel untuk mengamankan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026. Kapolda Banten Irjen Pol Hengki menegaskan pengamanan harus berjalan maksimal tanpa gangguan sekecil apa pun.
Polda Banten mengerahkan 2.835 personel gabungan. Personel berasal dari Polri, TNI, dan berbagai instansi terkait.
Kapolda Banten Irjen Pol Hengki menyampaikan hal tersebut usai memimpin apel gelar pasukan Operasi Lilin 2025. Apel berlangsung di Mapolda Banten, Jumat, 19 Desember 2025.
“Polri menurunkan 1.200 personel. Sisanya berasal dari TNI, pemerintah daerah, Basarnas, BMKG, Dinas Kesehatan, Jasa Raharja, KSOP, serta Pelabuhan Merak,” kata Hengki.
Kapolda menjelaskan apel gelar pasukan menjadi langkah strategis. Kegiatan ini memastikan kesiapan personel dan sarana prasarana pengamanan.
“Apel gelar pasukan merupakan pengecekan akhir kesiapan personel dan sarpras. Kami ingin seluruh rangkaian pelayanan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 berjalan optimal,” ujarnya.
Ia menegaskan perayaan Nataru selalu berdampak pada peningkatan mobilitas masyarakat. Kondisi ini membutuhkan kesiapsiagaan tinggi dari seluruh unsur pengamanan.
Berdasarkan survei Kementerian Perhubungan, potensi pergerakan masyarakat saat Nataru 2025 mencapai 119,5 juta orang. Angka tersebut meningkat 7,97 persen atau sekitar 8,83 juta orang dibandingkan tahun sebelumnya.
Selain lonjakan mobilitas, Polda Banten juga mewaspadai cuaca ekstrem. BMKG mencatat adanya tiga sistem siklonik di sekitar Indonesia.
Sistem tersebut berpotensi memicu hujan lebat, angin kencang, dan gelombang tinggi. Kondisi ini beriringan dengan puncak musim hujan pada November 2025 hingga Februari 2026.
“Situasi ini menuntut kesiapsiagaan ekstra. Pengamanan dan pelayanan Nataru harus dilakukan secara maksimal,” tegas Hengki.
Sebagai bentuk kesiapsiagaan, Polri menggelar Operasi Kepolisian Terpusat dengan sandi Operasi Lilin 2025. Operasi berlangsung selama 14 hari, mulai 20 Desember 2025 hingga 2 Januari 2026.
Kapolda juga menekankan pengamanan lalu lintas. Pengamanan difokuskan di jalur tol, jalan arteri, kawasan wisata, dan simpul transportasi.
Petugas akan menerapkan rekayasa lalu lintas secara situasional. Polda Banten memanfaatkan teknologi pemantauan lalu lintas untuk menjaga kelancaran dan keselamatan pengguna jalan.
Di bidang kamtibmas, Kapolda meminta pengamanan ibadah Natal dilakukan secara maksimal. Petugas akan melakukan sterilisasi tempat ibadah.
Pengamanan juga melibatkan unsur masyarakat dan organisasi keagamaan. Langkah ini menjadi bagian dari penguatan toleransi beragama.
Selain itu, Polda Banten meningkatkan deteksi dini dan pencegahan terorisme serta kejahatan konvensional.
“Pastikan tidak ada gangguan sekecil apa pun dalam ibadah Natal maupun malam pergantian Tahun Baru. Berikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat,” pungkasnya.
Reporter: Fahmi
Editor: Aas Arbi

