CILEGON, RADARBANTEN.CO.ID – Kenaikan harga pangan Banten terjadi menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025. Sejumlah komoditas utama, seperti cabai dan bawang merah, mengalami lonjakan harga akibat cuaca buruk.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Banten, Babar Suharso, menjelaskan kenaikan harga dipicu gangguan cuaca di sentra produksi luar daerah. Kondisi tersebut menghambat pasokan ke wilayah Banten.
Babar menyebut fluktuasi harga pangan merupakan siklus tahunan. Faktor cuaca dan masa panen sangat memengaruhi stabilitas harga.
“Harga yang bergejolak memang sangat bergantung pada cuaca dan musim panen,” ujar Babar, Jumat, 19 Desember 2025, di Aula Setda Kota Cilegon.
Ia menjelaskan banjir melanda sejumlah daerah penghasil bawang merah dan cabai. Sentra produksi tersebut berada di luar Provinsi Banten.
Akibat gangguan itu, pasokan ke pasar Banten berkurang. Kondisi tersebut mendorong kenaikan harga di tingkat konsumen.
“Beberapa sentra produksi bawang merah dan cabai mengalami banjir, sehingga pasokannya ke Banten sempat terganggu,” jelasnya.
Meski demikian, Babar memastikan kenaikan harga tidak akan berlangsung lama. Pemerintah daerah telah menyiapkan langkah antisipasi untuk menjaga ketersediaan pasokan.
Untuk komoditas bawang merah, Banten telah menjalin kerja sama distribusi dengan daerah penghasil utama. Salah satunya Kabupaten Brebes, Jawa Tengah.
“Di Cilegon sudah lama ada kerja sama dengan Brebes. Kalau pun naik, tidak akan lama karena wilayah penghasilnya luas dan masih ada panen daerah lain,” katanya.
Sementara itu, untuk komoditas cabai, Pemerintah Provinsi Banten melakukan berbagai langkah pengendalian. Dinas Pertanian telah melakukan penanaman meski skalanya belum besar.
Selain itu, Disperindag Banten terus berkomunikasi dengan daerah penghasil. Pasokan cabai dipasok melalui pasar induk Tanah Tinggi dan Rau.
“Kami menanam cabai melalui Dinas Pertanian dan terus berkoordinasi dengan sentra produksi agar pasokan ke Banten tetap aman,” ujarnya.
Babar menambahkan, harga cabai kini mulai menunjukkan tren penurunan. Sebelumnya, harga cabai sempat menyentuh Rp80 ribu per kilogram.
“Sekarang harga cabai mulai turun. Permintaan di Banten saat Nataru tidak terlalu melonjak, sehingga harga mulai terkendali,” pungkasnya.
Pemerintah Provinsi Banten memastikan terus memantau perkembangan harga pangan. Langkah ini dilakukan agar masyarakat dapat merayakan Natal dan Tahun Baru dengan tenang.
Reporter: Adam Fadillah
Editor: Aas Arbi











