PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pandeglang meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi cuaca ekstrem yang diprediksi masih akan berlangsung hingga pekan pertama Januari 2026.
Melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBDPK), pemerintah setempat menambah dan mengoptimalkan Early Warning System (EWS) di sejumlah titik rawan bencana.
Sekretaris BPBDPK Pandeglang, Nana Mulyana, mengatakan kondisi cuaca di Pandeglang dalam beberapa minggu terakhir cenderung tidak menentu. Panas terik kerap disusul hujan deras yang berpotensi menimbulkan bencana.
“Kondisi ini meningkatkan risiko banjir, longsor, serta luapan air akibat saluran tersumbat sampah. Kita harus tetap waspada, terutama di wilayah rawan,” kata Nana, Jumat, 19 Desember 2025.
Saat ini, BPBDPK Pandeglang memiliki delapan titik EWS yang tersebar di Kecamatan Labuan, Sukaresmi, Panimbang, Sumur, Teluk, serta Cikir-cikir. Sistem peringatan dini tersebut akan mengeluarkan suara sirine keras saat terdeteksi potensi bencana, seperti banjir, longsor, gempa bumi, maupun tsunami.
“EWS ini sangat penting agar masyarakat bisa segera mendapat peringatan dini. Kami rutin memantau dan memastikan seluruh alat berfungsi dengan baik,” ujarnya.
Nana menambahkan, sejak 1 Agustus hingga 31 Desember 2025, BPBDPK Pandeglang telah menetapkan status siaga darurat bencana. Dengan status tersebut, tim tanggap darurat dapat bergerak cepat kapan saja apabila terjadi bencana.
BPBDPK Pandeglang juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat hujan deras disertai angin kencang dan petir. Warga diminta menghindari berteduh di bawah pohon besar atau berada di dekat bangunan tua yang rawan roboh.
“Selalu pantau informasi cuaca dari BMKG dan ikuti arahan resmi dari BPBDPK agar risiko bencana dapat diminimalkan,” pungkasnya.











