• Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
Home Berita Utama

Poris Plawad, Warisan Perjuangan Perempuan Betawi Melawan Kolonialisme

Syaiful Adha by Syaiful Adha
Sabtu, 3 Januari 2026 10:34
in Berita Utama, Tangerang
0
Poris Plawad, Warisan Perjuangan Perempuan Betawi Melawan Kolonialisme

Terminal Poris Plawad, kawasan yang menyimpan sejarah perjuangan perempuan Betawi.

0
SHARES
32
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare On Whatsapp

KOTA TANGERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Nama Poris Plawad, yang kini menjadi salah satu wilayah strategis di Kota Tangerang, menyimpan jejak sejarah panjang perlawanan masyarakat Betawi terhadap kolonialisme Belanda.

Lebih dari sekadar penanda geografis, Poris Plawad menjadi simbol keberanian seorang perempuan Betawi legendaris yang namanya abadi dalam cerita rakyat setempat.

Kisah asal-usul nama Poris Plawad tercatat dalam buku Melacak Asal Muasal Kampung di Kota Tangerang karya Burhanudin. Dalam catatan tersebut, Poris Plawad disebut sebagai kampung tua yang lahir dari dinamika perlawanan masyarakat agraris terhadap praktik penindasan kolonial.

Pada masa itu, wilayah Cipondoh dijadikan basis pergudangan oleh kompeni Belanda. Keberadaan gudang-gudang tersebut merugikan warga lokal karena hasil pertanian masyarakat Betawi dirampas sepihak.

Kondisi ini memicu perlawanan yang dipimpin oleh seorang pendekar perempuan bernama Mpok Ris. Mpok Ris dikenal tangguh dan menguasai berbagai jurus silat, bahkan berguru kepada jawara-jawara Betawi hingga ahli kungfu. Meski memiliki paras jelita, keberaniannya di medan perlawanan membuatnya disegani prajurit kompeni.

Dalam aksinya, Mpok Ris menggunakan senjata khas berupa batang pohon plawad, sejenis tanaman tebu. Dengan senjata sederhana ini, ia mampu melumpuhkan lawan-lawannya. Keberanian dan kesaktiannya kemudian diwariskan secara lisan dari generasi ke generasi.

Seiring waktu, nama Mpok Ris dan senjata andalannya diabadikan masyarakat setempat. Para tetua kampung menggabungkan sebutan “Poris”, diyakini berasal dari nama Ris, dengan “Plawad”, merujuk pada batang pohon yang menjadi simbol perlawanan. Dari sinilah lahir nama Poris Plawad, yang terus digunakan hingga kini.

Kisah Poris Plawad tidak hanya menjadi legenda lokal, tetapi juga mencerminkan peran penting perempuan Betawi dalam sejarah perjuangan melawan kolonialisme. Nama wilayah ini menjadi pengingat akan keberanian, perlawanan, dan identitas masyarakat Tangerang yang lahir dari semangat mempertahankan tanah dan martabat.

Kini, Poris Plawad berkembang menjadi kawasan yang ramai. Di wilayah ini berdiri Stasiun Batuceper, salah satu simpul transportasi penting bagi warga, termasuk akses menuju Bandara Internasional Soekarno-Hatta.

Di balik modernisasi, Poris Plawad tetap menyimpan kisah heroik Mpok Ris, perempuan Betawi yang namanya terpatri dalam sejarah lokal Tangerang.

Editor: Mastur Huda

Tags: perempuan Betawiperjuangan lokalPoris PlawadSejarah Kota Tangerang
Plugin Install : Subscribe Push Notification need OneSignal plugin to be installed.
Previous Post

Banjir Melanda Kecamatan Cikeusik Pandeglang, Akses Jembatan Terputus

Next Post

Wali Kota Apresiasi Kepolisian Usut Kasus Bullying di SMPN 19 Tangsel

Next Post
Wali Kota Apresiasi Kepolisian Usut Kasus Bullying di SMPN 19 Tangsel

Wali Kota Apresiasi Kepolisian Usut Kasus Bullying di SMPN 19 Tangsel

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Ikuti Kami

Facebook Instagram X-twitter Youtube
Gates of Olympus

Kanal

News

Redaksi

Peluang Usaha

Viral

Inspirasi

Love Story

Olahraga

News Video

Serba Serbi

E-Paper

Tekno

Pedoman Pemberitaan

Indeks

Tutorial

Pilihan Editor

Mobil Pickup Angkut 20 Siswa di Pandeglang Terbalik, Satu Orang Meninggal Dunia

by Purnama Irawan
Minggu, 16 Agustus 2026 18:37
0

PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID - Seorang siswa SD Negeri Lebak 3, Kecamatan Munjul, Kabupaten Pandeglang dikabarkan meninggal dunia dalam kecelakaan tunggal sebuah...

Tiga Wilayah di Pulomerak Cilegon Terdampak Kekeringan, MD KAHMI Kota Cilegon Salurkan Bantuan Air

by Adam Fadillah
Minggu, 16 Agustus 2026 18:36
0

CILEGON, RADARBANTEN.CO.ID – Semangat kemerdekaan tak hanya dimaknai melalui upacara dan perayaan. Di tengah momentum HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia,...

No Result
View All Result
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV

© 2026 RadarBanten.