• Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
Home Pandeglang

Miris! 55 Persen KK di Pandeglang Masih Dolbon, Ini Daerah Zona Merahnya

Moch. Madani Prasetia by Moch. Madani Prasetia
Minggu, 4 Januari 2026 15:29
in Pandeglang
Pandeglang

Ilustrasi jamban di perkampungan/sumber istock-credit by: Hasyim Hasyim

PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Persoalan sanitasi dasar masih menjadi tantangan serius di Kabupaten Pandeglang, Banten.

RelatedPosts

Pantai Carita aman dikunjungi

Status Anak Krakatau Turun, DPRD Pandeglang Dorong Wisata Carita Bangkit

Rabu, 23 September 2026 11:09
Festival Bubur Terasi Pandeglang

Festival Bubur Terasi Jadi Ruang Kolaborasi Pengembangan Literasi Pandeglang

Rabu, 23 September 2026 08:06
Festival Bubur Terasi Pandeglang

Kepala Perpusnas Dorong Pandeglang Tingkatkan Indeks Literasi Masyarakat

Rabu, 23 September 2026 07:26
IPLM Pandeglang masih rendah

Indeks Literasi Masih Rendah, DPRD Dorong Pembangunan Gedung Perpustakaan Refresentatif

Selasa, 22 September 2026 14:09

Dinas Kesehatan (Dinkes) Pandeglang mencatat, sekitar 55 persen kepala keluarga (KK) di daerah tersebut masih tinggal di rumah tanpa jamban atau melakukan buang air besar sembarangan (BABS) alias dolbon.

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkes Pandeglang, Encep Hermawan, mengatakan rendahnya akses terhadap sanitasi layak masih terjadi hampir di seluruh kecamatan.

Meski demikian, terdapat sembilan kecamatan yang telah mendeklarasikan diri bebas BABS 100 persen.

“Jika dilihat dari persentase, hampir setengah kepala keluarga di Pandeglang masih belum memiliki jamban,” kata Encep, Minggu 4 Januari 2025.

Menurut data Dinkes, sejumlah kecamatan seperti Cimanggu, Cibitung, Sindangresmi, dan Sumur masih masuk dalam kategori zona merah dengan tingkat praktik BABS tertinggi. Secara keseluruhan, terdapat 38 desa yang masih mencatat angka BABS cukup tinggi.

Padahal, indikator Kabupaten/Kota Sehat menetapkan target minimal capaian stop BABS sebesar 80 persen, sementara Kabupaten Pandeglang saat ini baru mencapai sekitar 50 persen.

Untuk mengejar ketertinggalan tersebut, Dinkes Pandeglang terus mendorong percepatan melalui program Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM). Program ini mencakup lima pilar utama, yakni stop BABS, cuci tangan pakai sabun, pengelolaan air minum dan makanan rumah tangga, serta pengelolaan sampah dan limbah cair.

Namun, Encep menegaskan bahwa pembangunan fisik jamban bukan menjadi kewenangan Dinkes semata, melainkan membutuhkan sinergi lintas organisasi perangkat daerah (OPD).

“Penanganan sanitasi membutuhkan kolaborasi semua sektor, mulai dari Dinas PUPR hingga tim percepatan penurunan stunting,” ujarnya.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan (DPKPP) Kabupaten Pandeglang, Dana Mulyana, mengakui keterbatasan anggaran daerah masih menjadi kendala dalam pembangunan rumah layak huni dan fasilitas sanitasi.

Menurut Dana, alokasi anggaran yang tersedia saat ini baru mencukupi untuk pembangunan jalan lingkungan, belum termasuk penyediaan air bersih dan fasilitas sanitasi keluarga.

“Kami berharap pada 2026 anggaran bisa diporsikan juga untuk air bersih dan sanitasi, terutama jamban. Saat ini program jalan lingkungan tetap berjalan, sambil terus memprogramkan pembangunan jamban keluarga,” kata Dana.

Ia menambahkan, koordinasi antarinstansi terus dilakukan untuk memastikan program STBM berjalan efektif. Meski DPKPP lebih berfokus pada pembangunan jalan lingkungan dan bantuan rumah, setiap rumah penerima bantuan diwajibkan memiliki kamar mandi yang layak.

“Untuk sanitasi, monitoring lebih banyak dilakukan oleh Dinas Kesehatan, termasuk melalui kader sanitasi dan posyandu yang kini juga berperan dalam edukasi rumah sehat,” jelasnya.

Pada tahun ini, DPKPP menargetkan pembangunan atau bantuan rumah tidak layak huni (RTLH) sebanyak 74 unit, meningkat dibandingkan target sebelumnya yang hanya 50 unit per tahun.

Bantuan tersebut diharapkan dapat diprioritaskan bagi wilayah dengan capaian stop BABS yang masih rendah.

Di sisi lain, kondisi minimnya fasilitas sanitasi juga dirasakan langsung oleh warga. Erna, salah seorang warga Pandeglang, mengaku masih banyak tetangganya yang tinggal di rumah tanpa jamban atau fasilitas sanitasi memadai.

“Di lingkungan saya masih ada yang buang air besar sembarangan. Kadang airnya mengalir ke jalan dan menimbulkan bau tidak sedap,” ujar Erna.

Ia berharap pemerintah daerah dapat mempercepat program pembangunan jamban serta penyediaan air bersih bagi masyarakat.

“Bantuannya jangan hanya untuk rumah baru, tetapi juga perbaikan fasilitas sanitasi bagi warga yang sudah lama tinggal di sini,” pungkasnya.

Editor Daru

Tags: BABSBantenDinkes Pandeglangdolbonkabupaten pandeglangPandeglangSanitasi
Plugin Install : Subscribe Push Notification need OneSignal plugin to be installed.
Previous Post

Ciptakan SDM Unggul, Bupati Pandeglang Resmikan SPPG Karya Bakti Jiput

Next Post

1.698 Rumah di Kabupaten Serang Terdampak Banjir

Next Post
Kabupaten Serang

1.698 Rumah di Kabupaten Serang Terdampak Banjir

tukin kepala sekolah Banten

Tukin Kepala Sekolah Banten Rp14,5 Juta Disorot, DPRD Minta Dipotong

Selasa, 22 September 2026 13:14
tukin kepala sekolah Banten

Tukin Kepala Sekolah Banten Rp14,5 Juta Disorot, Dimyati: Kita Evaluasi

Selasa, 22 September 2026 14:06
Penadahan modul tower

Pengadilan Negeri Serang Vonis Lisa 3 Bulan 15 Hari Kasus Modul BTS

Rabu, 23 September 2026 09:03
Kejari Serang

Buron Dua Tahun, Terpidana Penggelapan Ditangkap Kejari Serang

Rabu, 23 September 2026 08:26
Deden Syukron wafat

Tokoh Kabupaten Tangerang Deden Syukron Tutup Usia

Rabu, 23 September 2026 14:26
Neng Siti Julaeha Dikukuhkan Jadi Ketua DPW PPP Banten, Berambisi 2029 Hijaukan Banten

Neng Siti Julaeha Dikukuhkan Jadi Ketua DPW PPP Banten, Berambisi 2029 Hijaukan Banten

Selasa, 22 September 2026 10:46
Tukin Kepala Sekolah Banten

Anggota Komisi V DPRD Banten Tolak Pemotongan Tukin Kepala Sekolah Rp14,5 Juta

Rabu, 23 September 2026 14:32

Ikuti Kami

Facebook Instagram X-twitter Youtube
Gates of Olympus

Kanal

News

Redaksi

Peluang Usaha

Viral

Inspirasi

Love Story

Olahraga

News Video

Serba Serbi

E-Paper

Tekno

Pedoman Pemberitaan

Indeks

Tutorial

Pilihan Editor

Tim Bulutangkis Putra Indonesia Melaju ke Final Asian Games 2026

Tim Bulutangkis Putra Indonesia Melaju ke Final Asian Games 2026

by Nurabidin
Kamis, 24 September 2026 06:41
0

Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin penetu kemenangan Indinesia atas Thailand. (badminton.ina/ig)

BRI Region 8 Jakarta 3 Radar Banten Award 2026

BRI Region 8 Jakarta 3 Raih Golden Winner Radar Banten Award 2026

by Syaiful Adha
Rabu, 23 September 2026 22:13
0

KOTA SERANG, RADARBANTEN.CO.ID — Konsistensi BRI Region 8 Jakarta 3 dalam mendukung dunia pendidikan mendapat apresiasi melalui ajang Radar Banten...

No Result
View All Result
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV

© 2026 RadarBanten.