PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Memasuki hari keempat, banjir luapan Sungai Cilemer yang menggenangi permukiman warga Desa Idaman, Kecamatan Patia, Kabupaten Pandeglang, kian memburuk. Ketinggian air dilaporkan mencapai 2 meter, menyusul hujan deras yang tak kunjung reda di wilayah hulu maupun hilir sungai.
Tingginya genangan tersebut mengancam keselamatan warga yang masih bertahan di dalam rumah. Kondisi itu mendorong Kepala Desa Idaman, Ilman, bersama tim gabungan melakukan evakuasi warga pada Senin malam, 12 Januari 2026, ke lokasi yang lebih aman.
“Ketinggian air sudah mencapai dua meter. Ini tentu sangat membahayakan keselamatan warga,” ujar Ilman kepada RADARBANTEN.CO.ID, Selasa, 13 Januari 2026.
Ilman menjelaskan, banjir telah melewati ambang batas aman sehingga evakuasi dilakukan menggunakan perahu karet. Warga dipindahkan ke tempat pengungsian sementara, terutama mereka yang berada di titik genangan terdalam.
“Cuaca masih hujan dan belum ada tanda-tanda air surut, sehingga kami memutuskan melakukan evakuasi,” katanya.
Selain evakuasi, tim juga menyalurkan bantuan kepada warga yang telah mengungsi serta kepada sebagian warga yang memilih bertahan di lantai dua rumah masing-masing.
Ilman berharap pemerintah segera merealisasikan pembangunan tanggul penanggulangan banjir di wilayah tersebut. Menurutnya, banjir yang terus berulang membutuhkan solusi jangka panjang.
“Banjir ini hampir selalu terjadi. Pembangunan tanggul sangat penting untuk menahan luapan air sungai agar tidak kembali merendam permukiman warga,” tegasnya.*
Editor : Krisna Widi Aria











