PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Sejumlah warga Desa Surianeun, Kecamatan Patia, Kabupaten Pandeglang, meminta pembangunan drainase pada ruas Jalan Surianeun-Patia sepanjang 500 meter oleh Pemkab Pandeglang. Pembangunan drainase sangat penting untuk mengantisipasi dampak banjir saat hujan yang kerap merendam rumah warga di sejumlah kampung di Desa Surianeun.
Permintaan usulan pembangunan saluran drainase mengemuka dalam acara Musyawarah Rencana pembangunan
(Musrenbang) Desa Surianeun.
Salah satu tokoh masyarakat Desa Surianeun, Oleh, mengatakan bahwa saat musim hujan dengan intensitas tinggi, rumah warga Kampung Surianeun, Desa Surianeun, kerap banjir.
“Akibat tidak ada drainase sepanjang jalan penghubung antar Kecamatan Patia-Sukaresmi,” katanya dalam acara Musrenbang Desa Surianeun, Selasa, 3 Februari 2026.
Jalan Patia-Sukaresmi ini statusnya jalan kabupaten. Namun, tidak dilengkapi pembangunan saluran drainase.
“Sehingga kondisi itu memperparah dampak banjir lantaran arus air tidak lancar menuju Sungai Cilemer,” katanya.
Ketika hujan deras, wilayah RT 01, 02, 04, 06, 07, 08, dan RT 09 terendam.
“Karena air mampet akibat tidak ada drainase,” katanya.
Oleh berharap, Pemkab Pandeglang melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUPR) dapat melakukan pembangunan drainase kawasan itu agar dampak banjir bisa diantisipasi.
“Kami harap pemerintah dapat melakukan pembangunan drainase sepanjang satu kilometer. Minimal 500 meter,” katanya.
Ketua BPD Desa Surianeun, Kamdani, menuturkan, pihaknya selaku penyelenggara Musrenbang Desa Surianeun berjanji akan membawa aspirasi sampai tingkat Musrembang Kecamatan.
“Nanti kami kawal usulan itu sampai di tingkat Musrenbang Kecamatan Patia. Kami juga berharap usulan itu menjadi sekala prioritas pembangunan di Kecamatan Patia,” katanya.
Camat Patia, Supratman, berjanji akan mengusulkan rencana pembangunan drainase di sepanjang ruas Jalan Surianeun-Patia melalui Musrenbang tingkat desa dan kecamatan.
“Silakan, apa -apa saja yang diusulkan masyarakat melalui Musrenbang. Nanti kita inventarisir, mana yang menjadi sekala prioritas,” katanya.
Editor: Agus Priwandono











